Sabtu, 20 Juni 2026

Saham Lagi Murah-murahnya Diserok, Dividen Rp 376,95 per Saham

Penulis : Thresa Sandra Desfika
20 Jun 2026 | 08:00 WIB
BAGIKAN
Kantor Bank Mandiri (BMRI).
Kantor Bank Mandiri (BMRI).

JAKARTA, investor.id – Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) melemah 3,58% ke Rp 4.310 pada perdagangan Jumat (19/6/2026). Tapi diam-diam saham emiten bank besar BMRI ada yang serok.

Sebanyak 377,27 juta saham Bank Mandiri diperdagangkan, frekuensi 38.065 kali, dan nilai transaksi Rp 1,64 triliun.

Saham berkode BMRI diserok besar. Apabila mengacu data aplikasi Stockbit Sekuritas, untuk perhitungan all investor, saham Bank Mandiri malah membukukan net buy Rp 618,7 miliar dengan harga rata-rata Rp 4.336.

Secara valuasi, saham emiten bank BUMN ini lagi murah-murahnya. Dengan rasio price to book value (PBV) 1,32 kali. Itu di bawah -1 PBV standard deviation BMRI tiga tahun terakhir 1,61 kali, berdasarkan data aplikasi Stockbit Sekuritas.

ADVERTISEMENT

Dan price earning ratio (PER) 6,88 kali (TTM). Yang juga di bawah -1 PE standard deviation BMRI tiga tahun terakhir 8,05 kali.

Pada pekan ini, periode 15-19 Juni, saham Bank Mandiri menguat 2,62%. Dan investor asing pun sampai membukukan net buy di saham ini Rp 327,16 miliar.

Posisi net buy asing yang dicapai BMRI pada pekan ini merupakan raihan signifikan karena saham BMRI acapkali mencatatkan net sell asing di beberapa pekan sebelumnya.

Sementara itu, pada 25 Mei 2026 lalu, Bank Mandiri membayarkan dividen final tahun buku 2025 senilai total Rp 35,14 triliun atau Rp 376,95 per saham.

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) memiliki kombinasi yang menarik, yaitu laba kuat dan valuasi atraktif. Saham BMRI masih diskon. Muncul target harga saham BMRI.

Bank Mandiri (BMRI) mencetak lonjakan laba bersih (bank only) sebesar 18,6% yoy selama Januari-Mei 2026. Adapun laba bersih pada Mei 2026 meningkat 17,9% yoy atau 17,6% mom.

“Laba bersih BMRI telah memenuhi 41,3% dari proyeksi laba 2026 versi kami dan 40,7% dari konsensus pasar, lebih tinggi dibandingkan rata-rata historis lima tahun yang berada di kisaran 35% pada periode yang sama,” tulis analis KB Valbury Sekuritas, Akhmad Nurcahyadi dalam risetnya, dikutip pada Rabu (17/6/2026).

BMRI membukukan pertumbuhan kredit sebesar 20,6% yoy, yang diimbangi oleh pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 22% yoy. Di dalamnya, dana murah atau current account savings account (CASA) – gabungan giro dan tabungan – tumbuh 11,9% yoy.

Biaya kredit (cost of credit/CoC) membaik 20 basis poin (bps) secara tahunan menjadi 0,5% dibandingkan 0,7% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Rasio biaya terhadap pendapatan (cost to income ratio/CIR) juga turun. Sedangkan return on equity (RoE) yang disetahunkan mencapai 22,8%. “Ini menunjukkan profitabilitas yang tetap kuat,” sebut Akhmad.

Namun, suku bunga rendah yang masih melekat pada portofolio kredit lama menekan margin bunga bersih (net interest margin/NIM) BMRI selama Januari-Mei 2026 sebesar 30 bps yoy menjadi 4,4%.

Meski demikian, BMRI mampu mempertahankan komposisi aset yang solid, dengan porsi kredit mencapai 68,5% dari total aset dan surat berharga sebesar 13,2% di tengah tren kenaikan imbal hasil (yield).

“Di sisi lain, kenaikan suku bunga acuan (BI rate) sebesar 75 bps baru-baru ini menjadi faktor yang berpotensi mengubah keadaan (game changer),” ungkap Akhmad.

Penyesuaian suku bunga kredit yang relatif cepat diperkirakan bakal mengurangi tekanan terhadap margin bunga, sehingga BMRI berpeluang mencapai bahkan melampaui target NIM 2026 yang sebesar 4,5-4,7%.

Target Harga Saham 

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 14 menit yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
International 29 menit yang lalu

Israel Serang Lebanon, Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

Iran kembali tutup Selat Hormuz usai Israel serang Lebanon, ancam kesepakatan damai dengan AS dan picu krisis energi global.
Lifestyle 1 jam yang lalu

Hotto Gaet Indro Warkop

Brand minuman multigrain Hotto resmi meluncurkan kampanye "Karena Kamu Harus Sehat".
Business 2 jam yang lalu

Gandeng Indomaret, FolaPlay (IRSX) Perluas Akses Hiburan Digital

Folaplay menjalin kerja sama distribusi dengan Indomaret yang dikelola oleh PT Indomarco Prismatama.
Lifestyle 2 jam yang lalu

Epidemiolog Prediksi Kasus Demam Dengue Meningkat pada 2027

Epidemiolog memprediksi kasus demam berdarah akan meningkat pada 2027. Kondisi ini dipicu oleh cuaca ekstrem dan El Nino.
Market 2 jam yang lalu

DOSS Bagi Dividen 14,8% dari Laba

PT Global Sukses Digital Tbk (DOSS) akan membagikan dividen interim sebesar Rp 5,17 miliar untuk tahun buku 2025.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia