Harga Emas Jatuh Tiga Pekan Beruntun, Goldman Sachs Pangkas Target
Di tengah tekanan tersebut, Goldman Sachs memangkas target harga emas menjadi US$ 4.900 per ons troi pada akhir tahun dari sebelumnya US$ 5.400 per ons troi. Revisi ini mencerminkan pandangan yang lebih hati-hati terhadap prospek jangka pendek logam mulia.
Meski demikian, Goldman Sachs tetap mempertahankan pandangan positif terhadap emas dalam jangka panjang. Bank investasi tersebut menilai masih terdapat potensi kenaikan harga dalam jangka menengah, meskipun risiko koreksi dalam waktu dekat masih cukup besar.
Selain faktor suku bunga, pasar juga terus mencermati perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Ketidakpastian meningkat setelah Swiss menyatakan perundingan antara AS dan Iran terkait upaya mengakhiri konflik kawasan tidak jadi dilaksanakan pada Jumat.
Di sisi lain, seorang pejabat senior AS mengungkapkan, Israel dan Hizbullah telah menyepakati gencatan senjata yang mulai berlaku pada Jumat. Kesepakatan tersebut sedikit meredakan kekhawatiran pasar terhadap eskalasi konflik yang selama ini menjadi salah satu faktor pendukung harga emas.
Tidak hanya emas, logam mulia lainnya juga bergerak di zona merah. Harga perak spot jatuh 1,3% menjadi US$ 64,86 per ons, platinum ambles 2,2% ke US$ 1.661,42 per ons, sedangkan paladium rontok 2,85% menjadi US$ 1.246,1 per ons. Ketiga logam tersebut juga menuju penurunan mingguan pada pekan ini.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






