Harga CPO Terbang Tinggi Berkat Sentimen B50 RI
JAKARTA, investor.id – Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) pada Jumat (19/6/2026). Penguatan itu didorong ekspektasi kebijakan biodiesel B50 Indonesia yang dinilai dapat meningkatkan konsumsi domestik dan memperketat pasokan global.
Berdasarkan data BMD pada penutupan Jumat (19/6/2026), kontrak berjangka CPO untuk Juli 2026 naik 84 Ringgit Malaysia menjadi 4.594 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO Agustus 2026 melonjak 78 Ringgit Malaysia menjadi 4.622 Ringgit Malaysia per ton.
Sementara itu, kontrak berjangka CPO September 2026 melesat 73 Ringgit Malaysia menjadi 4.646 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO Oktober 2026 terbang 65 Ringgit Malaysia menjadi 4.668 Ringgit Malaysia per ton.
Kontrak berjangka CPO November 2026 melejit 619 Ringgit Malaysia menjadi 4.689 Ringgit Malaysia per ton. Sedangkan Kontrak berjangka CPO Desember 2026 terkerek 52 Ringgit Malaysia menjadi 4.710 Ringgit Malaysia per ton.
Dikutip dari Tradingview, Indonesia, sebagai produsen CPO terbesar dunia, disebut berada di jalur untuk meluncurkan mandat B50 pada 1 Juli 2026. Kebijakan ini mewajibkan pencampuran 50% biodiesel berbasis minyak sawit dengan 50% solar konvensional. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyampaikan uji coba bahan bakar telah menunjukkan hasil positif.
Kontrak berjangka CPO acuan di Bursa Malaysia Derivatives Exchange untuk pengiriman September (FCPOc3) tercatat naik 76 ringgit atau 1,66% menjadi 4.649 ringgit (sekitar US$1.124,03) per ton pada sesi tengah hari. Secara mingguan, kontrak tersebut menguat sekitar 3,89%.
Sentimen B50
Sejumlah analis menilai sentimen pasar turut diperkuat oleh ekspektasi pengumuman alokasi B50 dalam waktu dekat serta tanda-tanda stabilisasi harga minyak gas setelah penurunan tajam sebelumnya.
“Harga CPO berjangka bergerak lebih tinggi hari ini karena optimisme terhadap konfirmasi mandat B50 Indonesia, potensi rilis resmi alokasi B50, serta kemungkinan dasar harga gas oil setelah penurunan beruntun,” ujar Head of Research Sunvin Group di Mumbai Anilkumar Bagani.
Sementara itu, Malaysian Palm Oil Council memperkirakan harga CPO akan bergerak dalam kisaran 4.400–4.650 Ringgit Malaysia per ton pada Juli 2026, mencerminkan potensi volatilitas yang masih terbatas.
Di sisi lain, pelemahan ringgit turut menjadi faktor pendukung. Mata uang Malaysia itu tercatat melemah 0,51% terhadap dolar AS, sehingga membuat CPO lebih murah bagi pembeli dengan mata uang asing.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






