Sabtu, 4 April 2026

Harga Bitcoin (BTC) Melemah, Pasar Kripto Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Penulis : Indah Handayani
27 Feb 2026 | 06:24 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Bitcoin. (Sumber: IST)
Ilustrasi Bitcoin. (Sumber: IST)

JAKARTA, investor.id – Pasar kripto tertekan, bahkan harga Bitcoin kembali melemah pada perdagangan Jumat (27/2/2026) pagi, menghapus kenaikan tajam yang sempat terjadi sehari sebelumnya. Tekanan datang seiring pelemahan tajam indeks saham teknologi, khususnya setelah aksi jual saham Nvidia.

Berdasarkan data CoinMarketCap pukul 06.10 WIB, kapitalisasi pasar kripto global jatuh 1,56% menjadi US$ 2,33 triliun. Harga Bitcoin (BTC) hari ini terkoreksi 1,25% ke US$ 67.502 per koin atau sekitar Rp 1,13 miliar (kurs Rp 16.752).

Indeks CoinDesk 20 yang mencerminkan pergerakan 20 aset kripto terbesar juga turun 2,32%. Dengan Ethereum anjlok 2,29% ke US$ 2.031,25, Binance (BNB) terkoreksi 0,67% ke US$ 625, XRP jatuh 3,71 ke US$ 1,4, Dogecoin (DOGE) ambrol 5,35% ke US$ 0,09, dan Solana (SOL) terpangkas 3,2% ke US$ 86.

Dikutip dari CoinDesk, pelemahan pasar kripto terjadi bersamaan dengan turunnya indeks Nasdaq Composite hampir 2%, dipicu aksi jual pasca rilis laporan keuangan Nvidia.

Meski Nvidia membukukan kinerja yang tidak mengecewakan, investor memilih merealisasikan keuntungan setelah reli panjang menjelang pengumuman kinerja. Saham Nvidia tercatat anjlok lebih dari 5%. Saham terkait sektor chip seperti Broadcom, Micron Technology, dan Intel juga terkoreksi tajam.

Menariknya, saham sektor perangkat lunak justru menguat. iShares Expanded Tech-Software Sector ETF (IGV) naik lebih dari 2% pada sesi tersebut. Selama ini, Bitcoin kerap menunjukkan korelasi dengan sektor software yang tengah tertekan. Namun, kali ini pergerakan keduanya tidak sepenuhnya sejalan.

Saham Kripto Anjlok

Di antara saham terkait kripto, Coinbase turun sekitar 1%, MicroStrategy melemah 1,66%, dan Galaxy Digital terkoreksi nyaris 4%.

Sebaliknya, penerbit stablecoin Circle justru menguat 4% lebih pada hari yang sama. Dalam dua hari setelah rilis laporan keuangan, saham Circle telah melonjak sekitar 40%.

Pelaku pasar kini mencermati apakah koreksi ini hanya aksi ambil untung jangka pendek atau menjadi sinyal tekanan lanjutan bagi aset kripto, terutama jika volatilitas di sektor teknologi terus berlanjut.


 

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 14 menit yang lalu

Strategi Trisula (TRIS) Genjot Kinerja 2026

PT Trisula International Tbk (TRIS) menyiapkan strategi untuk memacu kinerja perusahaan pada tahun 2026.
Business 14 menit yang lalu

Perkuat Kapasitas Serapan, Bulog akan Bangun 100 Gudang Penyimpanan Baru

Perum Bulog akan menambah 100 gudang penyimpanan untuk memperkuat infrastruktur pascapanen dan meningkatkan kapasitas serapan petani.
National 36 menit yang lalu

Presiden Prabowo akan Sambut Kedatangan 3 Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon

Presiden Prabowo dijadwalkan menyambut kedatangan tiga jenazah prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon.
International 38 menit yang lalu

Enam Minggu Perang, Ribuan Nyawa Melayang dan 3 TNI Gugur

Update korban perang Timur Tengah: 3.500 tewas di Iran, 13 tentara AS gugur, dan 3 prajurit TNI Indonesia tewas saat tugas PBB di Lebanon.
Business 50 menit yang lalu

Perum Bulog Catat Stok Beras  4,4 Juta Ton, Lampaui Target 2026

Perum Bulog mencatat stok beras nasional 4,4 juta ton melebihi target serapan sebesar 4 juta ton. Swasembada pangan optimistis tercapai.
International 1 jam yang lalu

Trump Usulkan ’Golden Dome’ dan Anggaran Perang Rp 25,5 Kuadriliun

Presiden Trump usulkan anggaran militer AS 2027 US$ 1,5 triliun. Fokus pada sistem pertahanan Golden Dome dan pangkas dana domestik.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia