Harga Bitcoin (BTC) Melemah, Pasar Kripto Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi
JAKARTA, investor.id – Pasar kripto tertekan, bahkan harga Bitcoin kembali melemah pada perdagangan Jumat (27/2/2026) pagi, menghapus kenaikan tajam yang sempat terjadi sehari sebelumnya. Tekanan datang seiring pelemahan tajam indeks saham teknologi, khususnya setelah aksi jual saham Nvidia.
Berdasarkan data CoinMarketCap pukul 06.10 WIB, kapitalisasi pasar kripto global jatuh 1,56% menjadi US$ 2,33 triliun. Harga Bitcoin (BTC) hari ini terkoreksi 1,25% ke US$ 67.502 per koin atau sekitar Rp 1,13 miliar (kurs Rp 16.752).
Indeks CoinDesk 20 yang mencerminkan pergerakan 20 aset kripto terbesar juga turun 2,32%. Dengan Ethereum anjlok 2,29% ke US$ 2.031,25, Binance (BNB) terkoreksi 0,67% ke US$ 625, XRP jatuh 3,71 ke US$ 1,4, Dogecoin (DOGE) ambrol 5,35% ke US$ 0,09, dan Solana (SOL) terpangkas 3,2% ke US$ 86.
Dikutip dari CoinDesk, pelemahan pasar kripto terjadi bersamaan dengan turunnya indeks Nasdaq Composite hampir 2%, dipicu aksi jual pasca rilis laporan keuangan Nvidia.
Meski Nvidia membukukan kinerja yang tidak mengecewakan, investor memilih merealisasikan keuntungan setelah reli panjang menjelang pengumuman kinerja. Saham Nvidia tercatat anjlok lebih dari 5%. Saham terkait sektor chip seperti Broadcom, Micron Technology, dan Intel juga terkoreksi tajam.
Menariknya, saham sektor perangkat lunak justru menguat. iShares Expanded Tech-Software Sector ETF (IGV) naik lebih dari 2% pada sesi tersebut. Selama ini, Bitcoin kerap menunjukkan korelasi dengan sektor software yang tengah tertekan. Namun, kali ini pergerakan keduanya tidak sepenuhnya sejalan.
Saham Kripto Anjlok
Di antara saham terkait kripto, Coinbase turun sekitar 1%, MicroStrategy melemah 1,66%, dan Galaxy Digital terkoreksi nyaris 4%.
Sebaliknya, penerbit stablecoin Circle justru menguat 4% lebih pada hari yang sama. Dalam dua hari setelah rilis laporan keuangan, saham Circle telah melonjak sekitar 40%.
Pelaku pasar kini mencermati apakah koreksi ini hanya aksi ambil untung jangka pendek atau menjadi sinyal tekanan lanjutan bagi aset kripto, terutama jika volatilitas di sektor teknologi terus berlanjut.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





