Saham Baru Listing Sudah Betah di Gocap, BEI Penasaran, Ada Hasilnya?
JAKARTA, investor.id - Saham PT Jasa Berdikari Logistcs Tbk (LAJU) betah di posisi Rp 50 alias gocap setidaknya sejak 26 April 2024 sampai dengan sesi I perdagangan 3 Oktober 2024. Atau hampir 6 bulan lamanya.
Bursa Efek Indonesia (BEI) pun penasaran terhadap saham Jasa Berdikari Logistics (LAJU). Hal tersebut terungkap dalam keterbukaan informasi LAJU dalam merespons permintaan penjelasan BEI pada 3 Oktober 2024.
Tercatat BEI mengajukan 6 pertanyaan. Yang salah satu pertanyaannya adalah apakah perseroan mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi
Pertanyaan lainnya apakah ada rencana pemegang saham utama terkait dengan kepemilikan sahamnya di perseroan.
Lalu apa jawaban manajemen LAJU? Direktur Utama LAJU James Budiarto hanya merespons dengan singkat berupa jawaban ‘tidak’ untuk semua 6 pertanyaan yang diajukan BEI. Tanpa ada penjelasan lebih lanjut.
Jasa Berdikari Logistics (LAJU) adalah perusahaan logistik yang beroperasi pada jam kerja 24/7 tanpa ada hari libur.
Perseroan baru mencatatkan alias listing sahamnya di BEI per 27 Januari 2023. Atau baru setahun lebih tercatat di BEI.
Sempat Sentuh Level Rp 400-an
Dalam ringkasan mengenai perusahaan saat menggelar initial public offering (IPO) disebutkan bahwa PT Jasa Berdikari Logistics Tbk (LAJU) adalah perusahaan layanan logistik terintegrasi yang menyediakan jasa pengelolaan logistik, baik untuk pengiriman (distribusi barang) maupun manajemen pergudangan.
Perseroan didirikan pada tahun 2007 dan telah dipercaya oleh berbagai perusahaan ternama di Indonesia. Sejak tahun 2010, perseroan ditunjuk sebagai mitra logistik bagi PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI).
Jasa Berdikari Logistics menggelar IPO dengan melepas 700 juta (32,56%) saham ke publik di harga Rp 100/saham.
Saham LAJU sepanjang tercatat di BEI pernah menyentuh level tertingginya Rp 430 pada 20 Maret 2023. Tapi setelah itu saham ini terus terjun.
Per 31 Agustus 2024, pengendali LAJU adalah PT Ervin Niaga Abadi dengan menguasai 60,7% saham perseroan. Penerima manfaat akhirnya adalah Eric Christian Samalo yang juga menjabat komisaris utama LAJU.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






