Jumat, 15 Mei 2026

Investor Reksa Dana Bisa Capai 20 Juta

Penulis : Parina Theodora
27 Mar 2023 | 15:11 WIB
BAGIKAN
CEO PT Trimegah Asset Management Antony Dirga menjadi nara sumber dalam Diskusi Panel dengan tema Reksa Dana Pilihan di Era Suku Bunga Tinggi dalam rangka pemberian penghargaan Best Mutual Fund Award 2023, yang digelar Majalah Investor, Senin (27/3/2023).
CEO PT Trimegah Asset Management Antony Dirga menjadi nara sumber dalam Diskusi Panel dengan tema Reksa Dana Pilihan di Era Suku Bunga Tinggi dalam rangka pemberian penghargaan Best Mutual Fund Award 2023, yang digelar Majalah Investor, Senin (27/3/2023).

JAKARTA, investor.id - Di tengah gejolak pasar keuangan dunia akibat gagalnya beberapa bank besar dunia, fundamental Indonesia dinilai masih kuat menahan volatilitas pasar. Minimnya exposure atau dampak bank-bank tersebut terhadap Indonesia, membuat pasar keuangan dalam negeri relatif aman.

Disampaikan Direktur Utama PT Trimegah Asset Management Antony Dirga dalam Diskusi Best Mutual Fund Award 2023 yang disiarkan secara daring pada Senin (27/3/2023), Indonesia hanya terkena indirect exposure dalam bentuk sentimen terhadap instrumen-instrumen investasi saja. “Jadi, kalau analisa secara fundamental, kondisi perbankan di Indonesia ataupun di industri reksa dana, sebenarnya tidak ada kaitan langsung atau direct exposure,” ujarnya.

Menariknya, di kondisi global yang menantang ini, ia melihat GDP Indonesia akan melewati batas US$ 5.000 per kapita per tahun. Menurut dia, secara historikal di Tiongkok dan Amerika Serikat misalnya, setelah kedua negara tersebut melewati GDP US$ 5.000 per kapita pasar reksa dana akan menjadi sangat menarik.

ADVERTISEMENT

“Sekarang ini jumlah investor yang sekitar 10 jutaan sebenarnya merupakan leading indicator yang sangat menarik. Suatu konfirmasi bahwa arahnya, Indonesia sama dengan negara-negara yang sudah melewati angka US$ 5.000 per kapita tersebut,” paparnya.

Ia melanjutkan, asset under management (AUM) Indonesia saat ini sekitar 5% per GDP. Angka tersebut jauh lebih kecil dibandingkan negara tetangga, seperti Thailand dan Malaysia di sekitar 25%-30%. Sehingga, potensi pertumbuhan industri reksa dana Indonesia masih terbuka lebar.

“Menurut riset kami 5-7 tahun ke depan seharusnya, bukan hanya jumlah investor saja yang terus bertambah yang mungkin akan mencapai 20 juta dalam 2-3 tahun ke depan, tetapi selain itu magnitute atau AUM per investor itu akan mengalami kenaikan juga,” jelanya.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia