Jumat, 15 Mei 2026

Reksa Dana dengan Return Tertinggi, Yuk Intip

Penulis : Muhammad Ghafur Fadillah
29 Mei 2023 | 22:47 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi investasi reksa dana. Foto: Pixabay
Ilustrasi investasi reksa dana. Foto: Pixabay

JAKARTA, investor.id - Edvisor.id mencatat, hingga Maret 2023, kinerja reksa dana berbasis obligasi -- seperti reksa dana pendapatan tetap dan reksa dana berbasis sukuk -- memimpin industri reksa dana. Hal ini sejalan dengan unggulnya kinerja pasar obligasi ketimbang saham, yang diindikasikan dengan perkembangan indeks harga saham gabungan (IHSG) minus 2,47% year to date. Kondisi ini diperkirakan masih berlanjut ke depan. 

CEO Edvisor.id Praska Putrantyo mengatakan, kinerja reksa dana berbasis obligasi, seperti reksa dana pendapatan tetap dan  berbasis sukuk, bisa dilihat masing-masing melalui Edvisor Total Fixed Income Funds Index dan Edvisor Sukuk Funds Index. Indeks ini berhasil memimpin rata-rata kinerja reksa dana hingga 23 Mei 2023. Sementara itu, rata-rata kinerja reksa dana saham lesu. Return Edvisor Total Equity Funds Index di periode yang sama tencatat minus 0,65%, terbawa oleh kondisi IHSG yang juga tertekan, minus 1,66%, di periode yang sama.

“Hal itu didukung kondisi pasar obligasi, khususnya SBN, yang juga naik. Pasar obligasi lebih unggul dibanding pasar saham lewat IHSG,” ujarnya kepada Investor Daily, Senin (29/5/23). 

Ia menuturkan, reksa dana Edvisor Total Fixed Income Fund Index mencatatkan return 3,06%, Edvisor Sukuk Funds Index 2,90%, Edvisor Total Money Market Funds Index 1,54%, Edvisor Total Balance Funds Index sebesar 0,62%, dan Edvisor Total Equity Fund Index sebesar 0,64%. Sementara indeks obligasi, Edvisor Total Government Bond Index mencatat return 2,13%, Edvisor Total Bonds Index sebesar 2,04% dan Edvisor Total Corporate Bonds Index 1,42%. 

Dia melanjutkan, penguatan kinerja obligasi diperkirakan masih berlanjut hingga akhir kuartal II-2023. Ini karena investor saham diperkirakan masih cenderung wait and see seiring beratnya tekanan faktor eksternal, terutama menanti kabar penyelesaian masalah pagu utang pemerintah AS per 1 Juni 2023.

“Juga ada isu perlambatan ekonomi Tiongkok, kurs Rp/USD yang masih fluktuatif dan akhir-akhir ini kembali melemah terhadap USD, hingga memudarnya sentimen earnings season dan momentum dividen tunai di pasar saham domestik,” ujar dia. 

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 10 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 21 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 25 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia