Reksa Dana dengan Return Tertinggi, Yuk Intip
JAKARTA, investor.id - Edvisor.id mencatat, hingga Maret 2023, kinerja reksa dana berbasis obligasi -- seperti reksa dana pendapatan tetap dan reksa dana berbasis sukuk -- memimpin industri reksa dana. Hal ini sejalan dengan unggulnya kinerja pasar obligasi ketimbang saham, yang diindikasikan dengan perkembangan indeks harga saham gabungan (IHSG) minus 2,47% year to date. Kondisi ini diperkirakan masih berlanjut ke depan.
CEO Edvisor.id Praska Putrantyo mengatakan, kinerja reksa dana berbasis obligasi, seperti reksa dana pendapatan tetap dan berbasis sukuk, bisa dilihat masing-masing melalui Edvisor Total Fixed Income Funds Index dan Edvisor Sukuk Funds Index. Indeks ini berhasil memimpin rata-rata kinerja reksa dana hingga 23 Mei 2023. Sementara itu, rata-rata kinerja reksa dana saham lesu. Return Edvisor Total Equity Funds Index di periode yang sama tencatat minus 0,65%, terbawa oleh kondisi IHSG yang juga tertekan, minus 1,66%, di periode yang sama.
“Hal itu didukung kondisi pasar obligasi, khususnya SBN, yang juga naik. Pasar obligasi lebih unggul dibanding pasar saham lewat IHSG,” ujarnya kepada Investor Daily, Senin (29/5/23).
Ia menuturkan, reksa dana Edvisor Total Fixed Income Fund Index mencatatkan return 3,06%, Edvisor Sukuk Funds Index 2,90%, Edvisor Total Money Market Funds Index 1,54%, Edvisor Total Balance Funds Index sebesar 0,62%, dan Edvisor Total Equity Fund Index sebesar 0,64%. Sementara indeks obligasi, Edvisor Total Government Bond Index mencatat return 2,13%, Edvisor Total Bonds Index sebesar 2,04% dan Edvisor Total Corporate Bonds Index 1,42%.
Dia melanjutkan, penguatan kinerja obligasi diperkirakan masih berlanjut hingga akhir kuartal II-2023. Ini karena investor saham diperkirakan masih cenderung wait and see seiring beratnya tekanan faktor eksternal, terutama menanti kabar penyelesaian masalah pagu utang pemerintah AS per 1 Juni 2023.
“Juga ada isu perlambatan ekonomi Tiongkok, kurs Rp/USD yang masih fluktuatif dan akhir-akhir ini kembali melemah terhadap USD, hingga memudarnya sentimen earnings season dan momentum dividen tunai di pasar saham domestik,” ujar dia.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

