Sabtu, 4 April 2026

Ingin Mengurus BMT dan Pesantren

Penulis : Gora Kunjana
25 Jan 2016 | 15:27 WIB
BAGIKAN

Mengurus lembaga keuangan mikro (baitul maal wat tamwil/BMT) dan memimpin pesantren adalah dua aktivitas yang akan dijalani Nusron Wahid, kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), setelah ia pensiun dari pemerintahan kelak.


“Saat ini, saya sudah ada BMT dengan aset ratusan miliar rupiah di beberapa kota di Jawa Tengah. Jika sudah tidak lagi di pemerintahan, saya akan mengurus itu dan hidup tenang di kampung halaman di Kudus,” ujar dia dalam percakapan dengan Investor Daily di Jakarta, baru-baru ini.

Advertisement


Beberapa tahun silam, Nusron mendirikan koperasi serba-usaha (KSU) bersama sejumlah koleganya dan kini memiliki puluhan cabang yang tersebar di sejumlah kota di Jawa Tengah, yakni Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Demak, Blora, dan Karanganyar.


Nusron Wahid mendirikan BMT dengan niat agar masyarakat dapat mengakses fasilitas kredit modal usaha dengan bunga ringan dan prosedur pelayanan yang tidak berbelit-belit.


“Yang paling dibutuhkan masyarakat adalah akses terhadap modal. Banyak dari mereka sebenarnya memiliki kemampuan berproduksi yang baik. Solusi BMT lebih tepat,” tegas suami Dili Rosi Timadar ini.


BMT-nya itu, kata mantan ketua umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Gerakan Pemuda (GP) Ansor tersebut, selama ini menjadi penyalur kredit bank umum, seperti PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.


Selain sektor ekonomi, pendidikan adalah sektor yang akan digeluti jika Nusron pensiun dari pemerintahan. Meski tidak memimpin secara langsung, di kota kelahirannya, Kudus, Nusron juga memiliki pesantren dan sekolah dari jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga sekolah menengah atas atau aliah.


Saat ini, pesantrennya memiliki ratusan santri, sedangkan sekolahnya mendidik sekitar 3.000-an murid, di mana ratusan di antaranya tidak dipungut biaya. Tak hanya itu, Nusron Wahid juga membantu para buruh pabrik dengan menyediakan tempat penitipan anak (TPA), tak jauh dari lokasi pabrik.


“Hanya di pungut puluhan ribu rupiah per bulan per anak, mereka sudah mendapat sejumlah fasilitas, seperti susu,” ujar dia. (ns)


BIODATA

Nama: Nusron Wahid

Tempat/tanggal lahir : Kudus, 12 Oktober 1973

Istri : Dili Rosi Timadar SE

PENDIDIKAN

l Prasetya Mulya

l Sarjana Sastra Universitas Indonesia

l SMA Islam Al Ma’ruf Kudus

l MTs Qutsiyyah Kauman Menara, Kudus

l MI Miftahutthalibin Mejobo, Kudus

ORGANISASI

l Ketua Umum GP Ansor (2011-2016)

l Ketua Umum PB PMII (2000-2003)

l Pemred Suara Mahasiswa UI

KARIER

l Anggota Komisi VI DPR (2009-2014)

l Komisaris PT CBN

l Komisaris PT Palima Timada

l Wartawan Bisnis Indonesia

Sumber : Investor Daily

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 20 menit yang lalu

Operator Transportasi Antisipasi Libur Panjang Paskah

Sejumlah operator transportasi mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat pada libur panjang Hari Raya Paskah 2026.
International 23 menit yang lalu

12 RT dan 4 Ruas Jalan di Jakbar Terendam Banjir

Banjir rendam 12 RT di Jakarta Barat akibat luapan Kali Angke dan Pesanggrahan. BPBD DKI siagakan personel untuk penyedotan genangan air.
Market 32 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Sabtu 4 April 2026: Kokoh

​​​​​​​Harga emas Antam (ANTM) terpantau kokoh pada hari ini, sabtu (4/4/2026). Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 36 menit yang lalu

Masuk Saham Terkonsentrasi Tinggi, Laba Samator (AGII) Merosot

Laba bersih Samator Indo Gas (AGII) merosot 44,37% pada 2025, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
International 44 menit yang lalu

Kadin: Perang Lumpuhkan Ekonomi Timur Tengah, Biaya Kirim Melonjak 3 Kali

Kadin ungkap dampak perang Iran-AS: Biaya logistik naik 3 kali lipat & pengiriman barang molor hingga 2 bulan. Cek dampaknya bagi Indonesia.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Komitmen Investasi Rp574 Triliun dari Jepang dan Korsel

Dalam situasi geopolitik yang tidak menentu, Indonesia masih menjadi daya tarik bagi para investor dari Jepang maupun Korsel.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia