Ingin Mengurus BMT dan Pesantren
Mengurus lembaga keuangan mikro (baitul maal wat tamwil/BMT) dan memimpin pesantren adalah dua aktivitas yang akan dijalani Nusron Wahid, kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), setelah ia pensiun dari pemerintahan kelak.
“Saat ini, saya sudah ada BMT dengan aset ratusan miliar rupiah di beberapa kota di Jawa Tengah. Jika sudah tidak lagi di pemerintahan, saya akan mengurus itu dan hidup tenang di kampung halaman di Kudus,” ujar dia dalam percakapan dengan Investor Daily di Jakarta, baru-baru ini.
Beberapa tahun silam, Nusron mendirikan koperasi serba-usaha (KSU) bersama sejumlah koleganya dan kini memiliki puluhan cabang yang tersebar di sejumlah kota di Jawa Tengah, yakni Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Demak, Blora, dan Karanganyar.
Nusron Wahid mendirikan BMT dengan niat agar masyarakat dapat mengakses fasilitas kredit modal usaha dengan bunga ringan dan prosedur pelayanan yang tidak berbelit-belit.
“Yang paling dibutuhkan masyarakat adalah akses terhadap modal. Banyak dari mereka sebenarnya memiliki kemampuan berproduksi yang baik. Solusi BMT lebih tepat,” tegas suami Dili Rosi Timadar ini.
BMT-nya itu, kata mantan ketua umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Gerakan Pemuda (GP) Ansor tersebut, selama ini menjadi penyalur kredit bank umum, seperti PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
Selain sektor ekonomi, pendidikan adalah sektor yang akan digeluti jika Nusron pensiun dari pemerintahan. Meski tidak memimpin secara langsung, di kota kelahirannya, Kudus, Nusron juga memiliki pesantren dan sekolah dari jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga sekolah menengah atas atau aliah.
Saat ini, pesantrennya memiliki ratusan santri, sedangkan sekolahnya mendidik sekitar 3.000-an murid, di mana ratusan di antaranya tidak dipungut biaya. Tak hanya itu, Nusron Wahid juga membantu para buruh pabrik dengan menyediakan tempat penitipan anak (TPA), tak jauh dari lokasi pabrik.
“Hanya di pungut puluhan ribu rupiah per bulan per anak, mereka sudah mendapat sejumlah fasilitas, seperti susu,” ujar dia. (ns)
BIODATA
Nama: Nusron Wahid
Tempat/tanggal lahir : Kudus, 12 Oktober 1973
Istri : Dili Rosi Timadar SE
PENDIDIKAN
l Prasetya Mulya
l Sarjana Sastra Universitas Indonesia
l SMA Islam Al Ma’ruf Kudus
l MTs Qutsiyyah Kauman Menara, Kudus
l MI Miftahutthalibin Mejobo, Kudus
ORGANISASI
l Ketua Umum GP Ansor (2011-2016)
l Ketua Umum PB PMII (2000-2003)
l Pemred Suara Mahasiswa UI
KARIER
l Anggota Komisi VI DPR (2009-2014)
l Komisaris PT CBN
l Komisaris PT Palima Timada
l Wartawan Bisnis Indonesia
Sumber : Investor Daily
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now




