Hotel Grand Istana Sambut Kunjungan Wisata Medan
MEDAN- Kehadiran Hotel Grand Istana Indonesia di Kota Medan tidak hanya sekadar menambah jumlah hotel yang beroperasi di daerah tersebut, tetapi juga ikut mendukung dan menyambut Tahun Kunjungan Wisata Medan tahun 2012.
General Manajer Hotel Grand Istana Indonesia, Zainul Arifin, di Medan, Senin (13/6), kepada Antara mengatakan, munculnya hotel yang baru dibangun itu juga bertujuan menyambut Tahun Kunjungan Wisata Medan 2012 (Visit Medan Year 2012).
Apalagi, katanya, dalam menyambut kunjungan wisatawan mancanegara maupun nusantara ke kota Medan ini, juga harus didukung berbagai fasilitas berupa akomodasi maupun penginapan yang memadai dan tak mengecewakan para wisatawan asing tersebut.
Sehingga daerah ini dapat dipercaya dan mampu menampung wisatawan asing, misalnya dari Prancis, Belanda, Inggris, Jepang, Australia, Malaysia, Singapura, negara lainnya.
"Kita harus bisa menciptakan bagi wisatawan asing merasa nyaman untuk tinggal dan liburan di Kota Medan berpenduduk lebih kurang 2,3 juta jiwa itu. Mari kita jadikan Medan sebagai daerah yang menyenangkan, tenteram, aman bagi tamu-tamu dari luar negeri itu," kata Zainul.
Dia mengatakan, hotel ini mulai didirikan sejak tahun 2009 oleh seorang pengusaha muda dan mantan artis terkenal di Jakarta, E.L Ritonga asal Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara dengan model gaya baru dan sangat sederhana.
Bahkan, jelasnya, Hotel Grand Istana Indonesia yang berlokasi di Jalan Dermawan Medan, terdiri dari tujuh tingkat, dan lebih kurang 60 kamar, memiliki kolam renang, gaya bangunan sangat unik dan menarik mirip perpaduan "Gaya Tapanuli Selatan" Selain itu, hotel yang kelihatan di luar sangat sederhana, namun di dalam kamarnya terdiri dari fasilitas yang cukup mewah dan seperti hotel bintang lima.
"Saat ini, masyarakat maupun penginap tidak lagi mempersoalkan hotel yang mereka tempati harus berbintang, namun yang penting bagi mereka adalah fasilitas di hotel itu cukup menyenangkan, walaupun hotel itu terkesan sederhana," kata Zainul yang mengaku pernah bekerja di Hotel Tiara, Grand Angkasa, Hotel Madani dan Hotel Aston.
Fasilitas yang terdapat di Hotel Grand Istana ini juga menarik dan unik, karena tidak ada satu pun kamar President Suite Room dan Excecutive Suite Room yang sama atau seragam, misalnya alas tempat tidur, bentuk hiasan dinding, ruangan kamar mandi, dan lainnya.
Dengan demikian, menurut dia, gaya maupun arsitektur kamar hotel itu khusus dirancang si pemilik hotel (EL.Ritonga,red), sehingga ruangan itu terasa nyaman, bersih, menarik, memiliki seni budaya yang cukup tinggi.
"Ini diprakarsai, agar tamu-tamu yang menginap dan tinggal di hotel tersebut merasa betah dan bertahan lama atau mereka merasa seperti di rumah sendiri. Hotel ini juga nantinya dirancang seperti apartemen," kata Zainal kelahiran Sumatera Barat itu.
Ketika ditanya menu makanan yang disediakan di hotel ini, Zainul mengatakan, nasi goreng Sipiongot (Sipiongot adalah desa terpencil di Kabupaten Tapanuli Selatan-red), minumann jus putri Deli dan dewa-dewi, ikan bakar Tao Toba, pisang Goreng Gunung Tua, mie goreng Madina, dan lainnya.
"Harga makanan dan minuman di hotel ini juga murah dan dapat terjangkau oleh masyarakar maupun penginap. Ini adalah salah satu daya tarik bagi hotel baru itu untuk menarik pelanggan," kata Zainul.
Menarik Wisatawan Sebelumnya, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medan sejak tahun 2007 terus melaksanakan berbagai kegiatan untuk menarik minat wisatawan domestik dan mancanegara untuk berkunjung ke Kota Medan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan termasuk menggelar berbagai festival dan lomba. Jika pada tahun 2006 wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Medan mencapai 136.000 orang, maka pada tahun 2007 diharapkan jumlah wisatawan yang datang dari berbagai negara ke Medan meningkat paling tidak 10 persen atau sekitar 150.000 orang.
Bahkan, Untuk menarik minat kunjungan wisatawan, Pemko Medan mengalokasikan dana sebesar Rp29 miliar.
Sementara itu, jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Sumut terus meningkat sejak Januari 2011 lalu.
Menurut data dari Badan Pusat Statistik Sumut, jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Sumut pada Januari mencapai 15.757 orang. Sementara pada Februari mencapai 17.034 orang atau meningkat 8,10%.
Lima negara yang warganya menjadi pengunjung terbanyak di Sumut, yaitu Malaysia, Singapura, Belanda, Australia, dan Jerman.
Peningkatan wisman pada Februari 2011 karena naiknya jumlah wisman dari Korea Slatan sebesar 34,13%, Malaysia 25,66%, Australia 22,82%, dan Singapura sebesar 20,68%.
Sedangkan wisman dari Jepang, Inggris dan Amerika Serikat mengalami penurunan masing-masing sebesar 89,35%, 63,16%, dan 37,79%. (*/hrb)
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

