Sabtu, 4 April 2026

Lestarikan DAS Cisadane

Penulis : Gora Kunjana
29 Mar 2017 | 05:39 WIB
BAGIKAN

Tahukah Anda, bumi membutuhkan 3.000 tahun untuk mengembalikan kualitas air menjadi air baru (fresh water)?

 

Advertisement

Air adalah hajat hidup utama dan penting bagi manusia. Walaupun air adalah sumber daya alam yang dapat diperbarukan, tapi jumlahnya sangatlah terbatas. Kebutuhan air bersih semakin lama semakin meningkat seiring dengan bertambahnya populasi kehidupan di dunia.

 

Penggunaan air yang berlebihan dapat menjadi ancaman apabila tidak diimbangi dengan pelestarian air di sumber-sumber air. Bencana kekeringan yang melanda beberapa wilayah terutama di musim kemarau menjadikan kita semakin memahami pentingnya melestarikan sumber daya air.

 

Kehidupan 20 juta masyarakat dan aktivitas ekonomi di wilayah Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Banten pun sangat bergantung pada sumber air dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Cisadane yang membentang sepanjang 137,6 km melewati dua provinsi tersebut. DAS Cisadane juga menjadi sumber utama untuk air minum masyarakat dan bahan baku sejumlah industri di Jawa Barat dan Banten.

 

DAS Cisadane berhulu di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) dan Taman Nasional Gunung Halimun-Salak berpotensi sebagai penyedia air bersih sampai dengan 213 miliar liter dalam satu tahun. Namun, kondisi DAS Cisadane saat ini perlu mendapatkan perhatian serius dari berbagai pihak karena kuantitas, kualitas, dan kondisi ekologis di perairan maupun bantarannya sudah terancam mengalami pencemaran dan kerusakan lingkungan.

 

Upaya untuk menjaga kelestarian dan mitigasi risiko DAS Cisadane harus dilakukan bersamasama mengingat cakupan DAS ini sangat luas sampai dengan 1.367 km2. Pengambilan langkah kolaboratif dirasa perlu untuk dilakukan antara beberapa pemangku kepentingan yang mewakili sektor pemerintah, swasta, LSM, dan masyarakat yang bermukim di area sekitar DAS Cisadane. Tanpa langkah pelestarian yang konkret, DAS Cisadane berpotensi menghadapi ancaman kekeringan air dan riiko banjir.

 

Pada 26 Maret 2017, dengan mengambil momentum peringatan Hari Air Dunia Tahun 2017, komitmen kerja sama pelestarian DAS Cisadane dibentuk dan ditandatangani. Perwakilan sector pemerintah terdiri atas Pemerintah Kota Tangerang, Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat, PDAM Tirta Benteng Kota Tangerang, PDAM Tirta Kerta Raharja Kab. Tangerang dan UNIDO --alah satu Badan PBB. Perwakilan industri yang ikut terlibat antara lain adalah PT Multi Bintang Indonesia Tbk, PT PZ Cussons Indonesia, PT Iron Wire Works Indonesia, dan PT Polari Limunusainti.

 

Sementara dari sektor masyarakat selaku pelaksana adalah LSM Metta Morphosa dan Saka Kalpataru Gerakan Pramuka Kwarcab Kota Tangerang. Penandatangan komitmen bersama antara pemerintah, industri dan komunitas masyarakat sebagai bukti langkah konkret pentingnya pelestarian Sungai Cisadane serta menjamin manfaat konservasi air yang adil dan merata bagi masyarakat.

 

Lewat kegiatan ini juga, kami mengajak masyarakat untuk berpartisipasi melindungi Sungai Cisadane, misalnya dengan memperbaiki pengelolaan limbah rumah rumah tangga.

 

Shadia Hajarabi

Representatif UNIDO untuk Indonesia dan Timor Leste

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


International 9 menit yang lalu

Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh

Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.
National 46 menit yang lalu

Sebar Qurban 2026 Targetkan Ratusan Ribu Penerima

Selain nilai spiritual, kegiatan kurban dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat.
Business 1 jam yang lalu

Hemat Energi 40%, Industri Tekstil Mulai Adopsi Truk Listrik

Penggunaan kendaraan listrik menjadi langkah strategis dalam merespons tantangan pasokan BBM di tengah dinamika geopolitik global.
International 1 jam yang lalu

WHO Kecam Serangan ke Fasilitas Kesehatan di Iran

WHO kecam serangan AS & Israel ke fasilitas kesehatan Iran. 4 juta orang mengungsi, risiko wabah penyakit kian mengancam Timur Tengah.
Business 2 jam yang lalu

Green SM Dapat Dukungan Pembiayaan BCA Rp600 M

Fasilitas pembiayaan dari BCA ditujukan memperkuat kesiapan operasional serta menjaga keberlanjutan layanan Green SM di sejumlah kota.
Market 2 jam yang lalu

Laba Mitratel (MTEL) Rp 2,1 Triliun

PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp 2,11 triliun tahun 2025.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia