Berkarya Melampaui Zaman
Sosok pria kelahiran Bandung, 16 September 1976, ini di industri penerbangan nasional terbilang baru. Dia dipercaya menjabat sebagai direktur utama PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) sejak 2014. Virda Dimas Ekaputra sebelumnya malang melintang di perusahaan-perusahaan yang bergerak di luar sektor transportasi udara, seperti bidang keuangan hingga media massa.
Kendati demikian, Virda muda sebenarnya punya mimpi berkarier sebagai pilot. Tercatat, alumnus Universitas Padjadjaran (Unpad) ini pernah menimba ilmu di jurusan penerbang Pusat Latihan Penerbangan (PLP) Curug dan lulus pada 1998. Ia bahkan sempat melamar sebagai pilot di maskapai milik negara, Garuda Indonesia.
"Sewaktu krisis moneter 1998, saya ikut tes sebagai penerbang di Garuda Indonesia. Sudah tinggal pantukhir (tes penentuan tahap akhir). Tapi karena alasan krisis, rekrutmen ditunda UFN (until further notice)," tutur Virda Dimas Ekaputra kepada wartawan Investor Daily Thresa Sandra Desfika di Jakarta, belum lama ini.
Tak
pernah mengubur mimpinya untuk menjadi pilot, Virda pernah melamar
lagi ke Garuda saat perekonomian Indonesia membaik. Tapi sayang,
Virda tak diterima kala itu. Rupanya Tuhan berkehendak lain dengan
memberikan jalan kepadanya beberapa tahun kemudian untuk mengemban
amanat sebagai direktur utama PT BIJB.
Bagi Virda, berkarier di industri penerbangan adalah panggilan hati. Maka dia selalu berusaha dan berdoa guna mewujudkan panggilan hatinya itu. "Kemudian saya mencoba di bidang lain, sampai akhirnya pada 2014 saya ikut fit and profer test direksi BIJB dan I am back," ujar Virda.
Ada satu filosofi yang dipegang teguh Virda Dimas Ekaputra dalam menjalani kehidupan, yakni harus berkarya melampaui zaman. Nilai-nilai dan filosofi itu pun diterapkannya dalam bekerja.
"Berkarya melampaui zaman. Kalau ditanya moto, itulah moto hidup saya. Harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading, Virda mati meninggalkan apa? Karya yang melampaui zamannya. Amin, insya Allah," papar dia.
Itu sebabnya, Virda berhasrat besar merampungkan pembangunan Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat secara tepat waktu, sehingga kelak menjadi buah karyanya yang bisa dibanggakan. Bandara Kertajati digadang-gadang bakal menjadi bandara kedua terbesar di Indonesia.
Guna mengetahui lebih dalam cara Virda menunaikan tugasnya menuntaskan Bandara Kertajati dan bagaimana kehidupan di luar pekerjaannya, berikut petikan wawancara selengkapnya.
Bagaimana perjalanan karier Anda?
Kalau dikaitkan karier sekarang dengan pendidikan, 20 tahun lalu saya lulus pendidikan dari PLP (Pendidikan dan Latihan Penerbangan) Curug, jurusan penerbang. Jadi, sebagai penerbang, tentu ada kaitannya dengan kebandarudaraan.
Tetapi setelah lulus, saya tidak bekerja di maskapai penerbangan. Saya putar-putar ke berbagai sektor usaha dan pengabdian, dari Rumah Zakat, modal ventura, IT (information technology), properti, sampai televisi digital, sebelum akhirnya ke BIJB ini.
Kiat Anda mencapai kesuksesan karier dan kehidupan pribadi?
Pada dasarnya kita harus menyandarkan bahwa apapun peran kita itu dalam rangka ibadah kepada Allah SWT, baik sebagai pemimpin, pekerja, entrepreneur, anak, suami, ayah, maupun teman. Semua dalam rangka ibadah, sehingga tidak ada kerugian sedikit pun dan perlu perhatian juga kepada setiap hal tersebut agar seimbang.
Alasan Anda memilih karier di bidang kebandarudaraan?
Mungkin panggilan hati dan jawaban doa-doa saja. Jadi, setelah lulus dari PLP Curug pada 1998, saat krisis ekonomi, saya ikut tes sebagai penerbang di Garuda Indonesia. Sudah tinggal pantukhir. Tapi karena krisis, rekrutmen ditunda sampai pemberitahuan lebih lanjut (until further notice/UFN).
Akhirnya, saya kuliah lagi di Unpad (Universitas Padjadjaran). Ketika ekonomi membaik dan dunia penerbangan kembali bergairah, saya daftar melamar lagi, tapi sayang gagal. Setelah berkonsultasi dengan orang tua saya, ternyata orang tua tidak mendoakan saya menjadi penerbang. Akhirnya saya mencoba bidang lain, sampai akhirnya pada 2014 ikut fit and profer test direksi BIJB dan I am back.
Anda punya gaya kepemimpinan seperti apa?
Saya lebih senang berkomunikasi dengan tim secara terbuka, lebih egaliter, saling menghormati dengan proporsional, dan tidak perlu berlebihan. Bagaimana mencapai tujuan dengan fleksibilitas upaya.
Strategi Anda memajukan perusahaan?
Saya pikir, rumusan bisnis sangat sederhana, yaitu bagaimana meningkatkan revenue melalui kreativitas dan berinovasi memanfaatkan peluang bisnis masa depan dengan menurunkan biaya secara efektif dan efisien, tanpa mengorbankan layanan. Dengan begitu, shareholder dan stakeholders merasa happy.
Keberhasilan Anda yang paling monumental di perusahaan?
BIJB ini baru berdiri 2,5 tahun. Pada 24 November 2017 mendatang baru genap berusia tiga tahun. Kami sedang membangun, tentu upayanya adalah bagaimana bisa selesai tepat waktu, tepat kualitas atau tepat mutu.
Pada saat yang sama, kami meminimalisasi biaya operasional dengan meningkatkan pendapatan lain-lain. Alhamdulillah laporan keuangan 2016 sudah teraudit KAP (kantor akuntan publik) dengan opini WTP (wajar tanpa pengecualian). Tahun ini kami ingin agar rencana-rencana komersial juga bisa berjalan baik, sehingga pada 2018 target pendapatan bisa tercapai dengan baik pula. Mudah-mudahan bisa sesuai FS (feasibility study), bahkan lebih baik dari FS.
Apa filosofi hidup Anda?
Berkarya melampaui zaman. Kalau ditanya moto, itulah moto hidup saya. Harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading, Virda mati meninggalkan apa? Karya yang melampaui zamannya. Amin, insya Allah...
Obsesi Anda yang sudah dan belum tercapai?
Obsesi saat ini untuk perusahaan adalah bagaimana BIJB bisa selesai tepat waktu, baik pembangunan maupun pengoperasiannya, menghasilkan income yang lebih besar dari FS, memberikan layanan bintang lima di bandaranya, dan dalam lima tahun ke depan bisa menjadi juara di kelasnya. Obsesi perusahaan ini menjadi obsesi pribadi saya.
Bagaimana Anda menyeimbangkan hidup dalam bekerja, berkeluarga, dan bermasyarakat?
Ini penting karena kita hidup tidak hanya di kantor dan di proyek. Ada peran-peran kita lainnya, sehingga mesti seimbang. Intinya bagaimana memadukannya, mengalokasikan waktunya, mengurangi rasa lelah dan malasnya. Simpel tapi praktiknya memang luar biasa.
Peran keluarga dalam karier Anda?
Oh, sangat penting. Alhamdulillah istri dan anak-anak serta keluarga saya sangat mendukung. Saya selalu mengupayakan untuk hadir kalau anak-anak ada acara sekolah yang mengundang orang tua.
Hobi atau kegiatan Anda di luar jam kerja?
Nggak ada yang unik. Kalau boleh dibilang unik, saya senang bersepeda sambil berburu properti. Pada waktu senggang atau saat weekend, saya juga suka jalan-jalan, makan, nonton, dan olahraga bersama keluarga.
Bisa Anda jelaskan sekilas tentang PT BIJB?
PT BIJB adalah badan usaha milik daerah (BUMD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa barat yang diberi tugas mengelola bandara dan aerocity berkelas dunia. Bandara ini akan menjadi motor penggerak perekonomian Jawa Barat, khususnya, dengan jati diri Jawa Barat. (*)
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

