Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Rektor IPB University Arif Satria.

Rektor IPB University Arif Satria.

DIKUKUHKAN PRESIDEN,

Arif Satria: ICMI Bekerja atas Nafas Keislaman, Keindonesiaan, dan Kecendekiawanan

Sabtu, 29 Januari 2022 | 11:02 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

BOGOR, investor.id –  Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Arif Satria menyatakan, ICMI sebagai organisasi kaum intelektual harus bekerja arif atas nafas keislaman, keindonesiaan, dan kecendekiawanan.

“Dimensi keislaman, menuntut ICMI untuk mampu menerjemahkan nilai-nilai universal Islam dalam konteks ruang Indonesia khususnya dan dalam konteks zaman sekarang,” kata Arif pada Pengukuhan Majelis Pengurus Pusat ICMI dan Peresmian Pembukaan Rakernas ICMI yang dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara daring dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Sabtu (29/1/2022).

Selain Arif, juga dikukuhkan jajaran Anggota yang terdiri atas Ilham Akbar Habibie, Muhammad Najib, Zulkifli Hasan, Priyo Budi Santoso, Muhammad Jafar Hafsah, Andi Anzar Tjakrawijaya, Jimly Asshiddiqie, Muhammad Soleh, Andi Tamzil, dan Ruslan Tawari.

Arif yang kini menjabat  Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) University, terpilih sebagai Ketua Umum  ICMI, periode 2021-2026, pada Muktamar ke-7 ICMI yang diselenggarakan di Bandung, Jawa Barat, pada 4-6 Desember 2021.

Ia mengatakan, dimensi keindonesiaan menuntut jajaran anggota ICMI untuk menyadari bahwa insan ICMI  ditakdirkan Allah SWT lahir dan hidup di Tanah Air Indonesia, yang beragam suku, tradisi, dan agama.

"Dan, ICMI bertekad untuk  berperan dalam membina satu negara kesatuan yang berbentuk republik berdasarkan Pancasila," kata Arif.

Lebih lanjut, Arif mengatakan,  dari  dimensi kecendekiawanan menuntut ICMI menjadikan anggotanya menjadi sosok ulul albab yang terus menyeimbangkan antara dzikir dan pikir untuk kemaslahatan.

"Cendekiawan muslim mesti memperkuat karakteristik pribadinya sebagaimana karakteristik rasul dan nabi. Sifat sidik berkata benar dan jujur merupakan basis dari integritas," katanya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN