Kemenkes: Target Vaksinasi Covid-19 Dosis Lengkap Tidak Bergeser dari Juni 2022
JAKARTA, investor.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut target capaian vaksinasi Covid-19 untuk dosis lengkap (dosis pertama dan dosis kedua) sejuah ini tidak berubah. Sesuai rencana semula, vaksinasi lengkap target ditargetkan tuntas pada akhir Juni 2022.
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19, dr Siti Nadia Tarmizi menyatakan pemerintah menargetkan capaian vaksinasi keseluruhan terhadap 208.265.720 jiwa atau 70% dari total populasi penduduk 270 juta orang tervaksinasi lengkap pada akhir Juni 2022.
"Target ini sejalan dengan target Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Perhitungannya Juni 70% masyarakat sudah divaksinasi lengkap 2 dosis," katanya kepada Beritasatu.com, Jumat (6/5/2022).
Menurutnya setiap negara di dunia harus mencapai target vaksinasi 70% penduduknya demi mengakhiri pandemi Covid-19. Begitu juga dengan capaian Indonesia. Dalam hal ini, tak hanya booster yang dikejar, melainkan vaksinasi Covid-19 lengkap juga menjadi prioritas.
"Nah, kita capai dulu di Indonesia pada bulan Juni. Jadi, secara bersamaan melengkapi dosis kedua itu tetap menjadi prioritas," tegasnya.
Sampai hari ini vaksinasi dosis pertama mencapai 95,69% dan dosis lengkap capai 79,52% dan booster (dosis ketiga) 19,67%. "Ini artinya pencapaian akan tetap sesuai target baik dosis kedua sampai Juni dan begitu juga dengan vaksin booster pada akhir tahun mendatang," ucapnya.
Terkait capaian vaksinasi Covid-19 per 4 Mei 2022 nihil, dr Nadia menyatakan petugas tidak melakukan update atau memperbarui data entry vaksin Covid-19. "Seharusnya untuk vaksinasi dosis pertama terjadi penambahan 5.234 suntikan dan dosis lengkap bertambah 5.120 suntikan dan booster (dosis ketiga) 18.288 suntikan," ungkap dr Nadia.
Sementara Bagaimana dengan daerah-daerah yang masih rendah pencapaian vaksinasi di antaranya Papua dan Papua Barat.
Sementara untuk akselerasi terus dilakukan di berbagai daerah yang pencapaian vaksinasinya rendah, bukan hanya Papua dan Papua Barat saja, tetapi juga kabupaten/kota yang belum mencapai 70% termasuk dengan sistem door to door.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

