Jumat, 15 Mei 2026

Jokowi Sebut Inflasi Pangan Menakutkan

Penulis : Novy Lumanauw
29 Sep 2022 | 17:09 WIB
BAGIKAN
Presiden Jokowi
Presiden Jokowi

JAKARTA, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa yang paling ditakuti pemerintah saat ini adalah inflasi di sektor pangan, khususnya bahan makanan. Disebutkan,  hingga Agustus 2022 sektor pangan menjadi kontributor terbesar bagi inflasi nasional.

“Yang kita takuti saat ini adalah inflasi dari pangan. Bahan makanan. Ini juga menjadi kontributor terbesar hingga Agustus,” kata Presiden Jokowi saat memberikan pengarahan  kepada seluruh jajaran Menteri/Kepala Lembaga, Kepala Daerah, Pimpinan BUMN, Pangdam, Kapolda, dan Kajati di  Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (29/9/2022).

Ia secara khusus mengingatkan kepada seluruh kepala daerah agar bersikap hati-hati dalam penanganan masalah pangan, karena akan berdampak signifikan bagi kehidupan masyarakat.  

ADVERTISEMENT

“Urusan cabai merah, urusan bawang merah, urusan telur ayam. Hati-hati. Urusan tomat, urusan tahu, urusan mie instan, urusan tempe, dan beras. Cek harian, karena setiap hari saya tidak pernah sarapan pagi, tapi diberi sarapan angka-angka,” kata Presiden Jokowi.

Menurut Presiden Jokowi, dunia saat ini penuh dengan ketidakpastian yang tinggi. Semua negara menghadapi kesulitan  dan ekonomi global juga sangat sulit diprediksi,  dikalkulasi  arahnya akan kemana, dan penyelesaiannya seperti apa.

“Ini akan terus akan saya ulang-ulang supaya kita sadar dan semuanya punya sense of crisis. Tiap hari, kita mendengar mengenai krisis pangan. Bayangkan ada 345 juta orang di 82 negara  menderita kekurangan pangan akut. Dan, ini yang betul-betul mengenaskan. Ada 19.700 orang setiap hari meninggal karena kelaparan,” ujarnya.

Disebutkan, Indonesia  patut bersyukur pada bulan Agustus 2022 telah mendapatkan sertifikat pengakuan bahwa Indonesia sudah swasembada beras sejak tahun 2019 dan nilai  mempunyai sistem ketahanan pangan yang baik dari International Rice Research Institute (IRRI) didampingi FAO.

“Tapi jangan senang dulu karena dunia penuh dengan ketidakpastian. Krisis pangan, krisis energi. Kita baru saja menyesuaikan harga BBM. Coba dibandingkan  di negara lain harga bisa mencapai Rp 32 ribu per liter dan harga Gas  naik 500%,” kata Presiden Jokowi.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia