Jumat, 15 Mei 2026

Presiden Joe Biden Umumkan Investasi AS di Indonesia

Penulis : Surya Lesmana
14 Nov 2022 | 13:38 WIB
BAGIKAN
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden bertemu Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) di Bali, Senin 14 November 2022, menjelang KTT G20. (Foto: Youtube Sekretariat Presiden)
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden bertemu Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) di Bali, Senin 14 November 2022, menjelang KTT G20. (Foto: Youtube Sekretariat Presiden)

NUSA DUA, investor.id – Presiden AS Joe Biden pada Senin (14/11/2022) mengumumkan sejumlah investasi AS di Indonesia yang mencakup bidang-bidang seperti iklim dan ketahanan pangan, termasuk perjanjian US$ 2,5 miliar antara ExxonMobil dan Pertamina tentang penangkapan karbon.

Kesepakatan ExxonMobil dan Pertamina akan menilai lebih lanjut pengembangan pusat penangkapan dan penyerapan karbon regional di Indonesia, kata Gedung Putih dalam sebuah pernyataan.

Kemitraan itu akan memungkinkan sektor-sektor industri utama untuk menghilangkan karbon, kata pernyataan itu, mengutip sektor penyulingan, bahan kimia, semen, dan baja. Dikatakan, hal ini akan menurunkan emisi karbon, memastikan peluang ekonomi bagi pekerja Indonesia dan membantu Indonesia mencapai ambisi net-zero pada tahun 2060 atau lebih cepat.

ADVERTISEMENT

Studi bersama Pertamina dan Exxonmobil telah menemukan potensi kapasitas penyimpanan karbon sebesar 1 miliar ton di ladang minyak dan gas Pertamina, yang dapat menyimpan emisi Indonesia secara permanen selama 16 tahun ke depan, kata Pertamina dalam keterangan terpisah, Minggu.

Biden mengunjungi Indonesia untuk mengambil bagian dalam KTT G20 minggu ini di Bali dan mengumumkan investasi tersebut dalam pertemuan dengan Presiden Indonesia Joko Widodo, di mana dia menggambarkan negara Asia Tenggara itu sebagai "mitra penting".

Presiden AS juga mengatakan kedua negara akan bekerja sama untuk "melindungi rakyat" dari Covid-19.

Amerika Serikat dan Indonesia juga sepakat untuk meluncurkan program Millennium Challenge Corporation (MCC) senilai US$ 698 juta untuk membantu mendukung pengembangan infrastruktur transportasi sadar iklim di lima provinsi Indonesia dan tujuan pembangunan lainnya, kata pernyataan Gedung Putih.

Dana tersebut termasuk US$ 649 juta dari Amerika Serikat dan US$ 49 juta dari Indonesia.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia