Covid-19 Belum Berakhir, Jumlah Kasus Aktif masih Berfluktuasi
JAKARTA, Investor.id – Penyebaran Covid-19 di Indonesia belum sepenuhnya hilang yang ditunjukkan data kasus aktif harian masih naik-turun dalam beberapa bulan terakhir. Bahkan, penambahan kasus positif harian nasional mulai menyentuh angka 2.000 kasus per hari.
Baca Juga:
Pakar Ingatkan Covid-19 Belum BerakhirKetua Unit Kajian Strategis Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan Covid-19 I Nyoman Gde Agus Asrama mengatakan, sejak 18 Oktober 2022, penambahan kasus positif harian nasional mulai menyentuh angka 2.000 kasus per hari. Bahkan, sempat menyentuh angka 8.496 kasus per hari.
Kabar baiknya dalam dua hari terakhir, menurut dia, penambahan kasus positif harian nasional sudah turun kembali menjadi di bawah 2.000 kasus per hari. “Pada 18 Oktober 2022, penambahan kasus positif harian nasional mencapai 2.164 kasus dan terus meningkat hingga puncaknya pada 16 November 2022 menjadi 8.496 kasus dalam sehari. Jadi ini hampir naik empat kali lipat dalam satu bulan. Syukurnya, ungkap dia, dalam dua hari terakhir, penambahan kasus positif sudah kembali turun di bawah 2.000 kasus,” ungkap I Nyoman dalam talkshow “Adaptasi Kebiasaan Baru pada Perhelatan Bersar” yang digelar BNPB secara daring, Selasa (13/12/2022).
Untuk penambahan kasus kematian harian nasional, terang dia, sempat mengalami peningkatan signifikan sejak 24 Oktober 2022 menjadi 25 kasus dalam sehari. Angka ini terus meningkat hingga mencapai 59 kasus dalam sehari pada 28 November 2022.
“Jika melihat data terakhir kini, dalam satu minggu terakhir, rata-rata kematian dalam sehari mencapai 33 kasus. Per 12 Desember 2022, penambahan kasus kematian tercatat 31 kasus,” ungkapnya.
Berkaca dari data tersebut, I Nyoman mengatakan, perilaku manusia sangat berpengaruh menentukan tingkat penularan penyakit dan mulai dari mobilitas sampai sosial ekonomi. Tidak heran selama lebih dari dua tahun pandemi, pemerintah Indonesia dan negara lainnya di dunia terus bekerja keras memegang kendali gas dan rem agar kondisi kesehatan terus membaik, di saat yang sama kondisi ekonomi juga terus bergerak.
“Yang perlu menjadi perhatian juga, ancaman adanya pandemi baru adalah hal yang tidak bisa terelakkan. Baik karena kembali meningkatnya penyakit yang sudah ada, maupun pertumbuhan penyakit baru yang sangat cepat terjadi. Sehingga cara yang dapat kita lakukan saat ini adalah mempertahankan tatanan hidup bersih dan sehat selama pandemi berlangsung dengan beberapa penyesuaian,” kata I Nyoman.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler


