Merapi Erupsi, Ganjar Terjunkan Tim Asesmen ke Daerah Terdampak Awan Panas
SOLO, investor.id - Gunung Merapi kembali memuntahkan awan panas guguran pada Sabtu (11/3) pukul 12.12 WIB siang.
Kali ini, awan panas mengarah ke Kali Bebeng dan Krasak yang berada di Kabupaten Magelang dengan radius bahaya sejauh 7 km.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo langsung menerjunkan tim asesmen yang disebar ke sejumlah titik terdampak luncuran awan panas, yakni Kabupaten Magelang, Kabupaten Klaten dan Kabupaten Boyolali.
Ganjar menjelaskan, tiga kecamatan di Kabupaten Magelang yang terdampak yakni Kecamatan Dukun, Kecamatan Sawangan dan Kecamatan Srumbung.
"Kabupaten Magelang ada tim tim yang sudah kita terjunkan ke 3 kecamatan, sekaligus asesmen di masing-masing lokasi dan membawa bantuan masker karena biasanya paling dibutuhkan," ujar Ganjar, ditemui di Bandara Adi Soemarmo Solo.
Kemudian, Ganjar juga langsung mengirimkan tim asesmen untuk perbantuan warga ke Kabupaten Klaten dan Kabupaten Boyolali.
Tim asesmen ini selain bertujuan untuk membantu evakuasi warga yang terdampak luncuran awan panas, juga untuk memetakan kondisi yang berada di sekitar Merapi.
"Tiga titik ini sudah kita dorong ke sana dan mudah-mudahan sudah bisa tertolong masyarakat. Kalau situasi meningkat, segera dievakuasi," jelas Ganjar.
Tak hanya itu, Ganjar juga telah membentuk satu tim tanggap bencana yang terdiri dari tim relawan, BPBD dan SAR Jawa Tengah untuk mempercepat proses evakuasi warga.
Ganjar juga meminta kepala daerah mulai darI bupati, camat hingga kepala desa untuk turun langsung ke lapangan, guna memastikan keselamatan warganya.
Kemudian, Ganjar juga telah menyiapkan pasokan logistik, stok masker serta tenda pengungsian untuk warga yang berada di sekitar Merapi.
"Maka saya minta kepala daerah yang ada di Magelang, Klaten, Boyolali membantu memimpin kondisi ini agar bisa mengarahkan warga di sana. Termasuk logistik disiapkan semua," kata Ganjar.
Imbauan juga disampaikan Ganjar, kepada seluruh warga yang berada di radius bahaya luncuran awan panas Merapi untuk segera melakukan evakuasi.
Ganjar juga meminta warga untuk saling memberikan informasi secepat mungkin dan mengikuti arahan dari tim yang berada di lapangan.
"Masyarakat segera mengevakuasi diri sesuai SOP yang sudah ada, pakai maskernya, bawa barang-barang berharga yang pernah dilatihkan dan ikuti perintah dari komando yang ada di lapangan," imbau Ganjar.
Hasil monitoring lapangan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Klaten, belum ada laporan mengenai dampak signifikan maupun adanya korban jiwa.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler


