Presiden Jokowi: ASEAN Harus Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Dunia
LABUAN BAJO, Investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong kawasan ASEAN menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dunia. Negara-negara ASEAN harus bisa melewati kondisi krisis perekonomian dunia yang belum menunjukkan kestabilan hingga kini.
"ASEAN harus dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dunia. Pada KTT ASEAN tahun ini di Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur, saya berkeinginan untuk dapat memperkuat pertumbuhan ekonomi negara-negara ASEAN, sehingga dapat melewati kondisi krisis perekonomian dunia yang hingga saat ini masih belum menunjukkan kestabilan akibat sejumlah permasalahan yang ada," kata dia dalam keterangannya di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Senin (8/5/2023).
Perekonomian Indonesia tahun 2022, ungkap dia, berhasil tumbuh solid 5,3% (yoy) dan ditargetkan mampu bertumbuh mencapai 5,3% pada 2023. Sebaliknya perekonomian global tahun 2023 diperkirakan tetap menghadapi sejumlah tantangan seperti tensi geopolitik, inflasi global, tingkat suku bunga yang tinggi, hingga risiko pengetatan likuiditas.
“Indonesia juga kembali dipercaya memegang Keketuaan ASEAN pada tahun 2023 ini dan sekaligus menjadi peluang Indonesia untuk menavigasi pertumbuhan inklusif dan berkelanjutan di kawasan ASEAN. Mengangkat tema ASEAN Matters: Epicentrum of Growth, menunjukkan kemampuan kawasan ASEAN sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dunia di masa depan,” jelas Presiden Jokowi.
Kawasan ASEAN mempunyai modal cukup mumpuni untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dunia dengan PDB mencapai US$ 3,36 triliun pada 2021, sehingga menjadikan ASEAN sebagai kawasan ekonomi terbesar kelima di dunia. Hal ini didukung pula dengan jumlah populasi di kawasan ASEAN yang mencapai lebih dari 650 juta jiwa.
Baca Juga:
Para Dubes Bahas Isu ASEAN di KTT ke-42Tingkat perdagangan ASEAN dengan negara-negara mitra juga bertumbuh signifikan, mencapai 34% dalam dekade terakhir. Sementara itu, nilai investasi asing yang masuk ke ASEAN pada 2021 mencapai USD179 miliar dengan pertumbuhan tertinggi pada sektor keuangan dan asuransi yakni sebesar 32%. Dari sisi inflasi, mayoritas negara ASEAN juga berada di bawah level inflasi global pada tahun 2022.
Indonesia, dalam Keketuaan di ASEAN 2023, menetapkan 16 Priority Economic Deliverables (PED) yang terbagi dalam 3 Strategic Thrust yaitu Recovery-Rebuilding, Digital Economy dan Sustainability. Sementara itu, strategi utama Indonesia untuk meningkatkan integrasi ekonomi dan memperkuat daya saing dalam mewujudkan ASEAN sebagai pusat pertumbuhan ekonomi antara lain dilakukan melalui transformasi digital dengan memperluas transaksi mata uang lokal dan QRIS serta percepatan perundingan Digital Economic Framework Agreement atau DEFA.
“Untuk mendorong peningkatan berbagai capaian tersebut, ASEAN perlu memanfaatkan berbagai kerja sama ekonomi di kawasan, baik dalam bentuk ASEAN + 1 FTA maupun Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP). RCEP yang diinisiasi Indonesia pada 2011 telah menciptakan kekuatan ekonomi baru, dengan potensi menjadikan RCEP sebagai kawasan basis industri yang kompetitif di dunia,” ungkap Presiden Jokowi.
Selanjutnya dengan memperkuat konektivitas melalui peningkatan konektivitas udara dan laut, mendorong terwujudnya ASEAN Power Grid, serta meningkatkan keamanan pangan melalui penguatan rantai suplai dan sistem logistik ASEAN. “Perlu ada kerja sama lintas sektor untuk memastikan ketahanan pangan di kawasan sekaligus membangun penguatan mekanisme early warning system,” imbuh Presiden Jokowi.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






