Jumat, 15 Mei 2026

Bappenas: Pertumbuhan Jumlah Penduduk Indonesia akan Melambat mulai Tahun 2030

Penulis : Arnoldus Kristianus
16 Mei 2023 | 13:25 WIB
BAGIKAN
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional /Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa dalam Musrenbangnas RKP 2024 dan Peluncuran Proyeksi Penduduk 2020-2050 pada Selasa (16/5/2023).
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional /Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa dalam Musrenbangnas RKP 2024 dan Peluncuran Proyeksi Penduduk 2020-2050 pada Selasa (16/5/2023).

JAKARTA, Investor.id – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memprediksi perlambatan pertambahan jumlah penduduk Indonesia ke depan. Perlambatan diprediksi mulai terjadi pada 2030.

Perlambatan pertumbuhan bisa mempengaruhi posisi Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk terbanyak keempat di dunia. “Posisi Indonesia pada 2020 masih menjadi negara penduduk keempat terbesar di dunia. Namun pada 2045, Indonesia bisa turun ke peringkat enam.

Hal ini karena pertumbuhan penduduk mulai melambat sejak tahun 2030, posisi keempat dan kelima akan ditempati Nigeria dan Pakistan,” tutur Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dalam Musrenbangnas RKP 2024 dan Peluncuran Proyeksi Penduduk 2020-2050 pada Selasa (16/5/2023).

ADVERTISEMENT

Kementerian PPN/Bappenas bersama Badan Pusat Statistik (BPS) sudah melakukan perhitungan proyeksi penduduk tahun 2020 hingga 2050 menggunakan tiga skenario. Dengan rincian yaitu skenario pertama adalah trend business as usual tanpa ada kebijakan dimana total fertility rate terus menurun sampai 1,9 di tahun 2045 sejalan dengan infant mortality rate mencapai 7,85. Hasil proyeksi dengan skenario business as usual menunjukan jumlah penduduk pada tahun 2045 akan mencapai 324 juta atau bertambah 54,42 juta orang dari tahun 2020.

“Pertumbuhan penduduk periode 2020-2050 rata-rata sebesar 0,67% setiap tahun melambat terus setiap tahun. Proporsi penduduk usia 0 hingga 14 tahun turun dari 24,56% pada tahun 2020 menjadi 19,61% pada tahun 2045. Sementara penduduk usia 65 tahun ke atas naik dari 6,16% menjadi 14,61% pada tahun 2045,” ucap Suharso.

Skenario kedua adalah moderat dengan menargetkan total fertility rate ga di angka 2 dan nilai infant mortality rate mencapai 5,8. Skenario ketiga yaitu usia harapan hidup sebesar 80 tahun yang sederajat dengan negara-negara maju. Nilai TFR dijaga pada angka 2.0 dan infant mortality rate mencapai 4,2.

“Skenario ketiga adalah skenario optimis yang akan kita capai dengan menargetkan usia harapan hidup sebesar 80 tahun yang sederajat dengan negara-negara maju,” tutur Suharso.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 26 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 29 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia