Jumat, 15 Mei 2026

KPU Tanggapi Soal Dugaan Dana Narkoba untuk Kampanye Pemilu 2024

Penulis : Ichsan Ali
27 Mei 2023 | 18:30 WIB
BAGIKAN
Komisioner Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia Mochammad Afifuddin usai uji publik rancangan PKPU, di Hotel Grand Mercure Jakarta, Sabtu (27/5/2023).
Komisioner Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia Mochammad Afifuddin usai uji publik rancangan PKPU, di Hotel Grand Mercure Jakarta, Sabtu (27/5/2023).

JAKARTA, investor.id - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia Mochammad Afifuddin merespons polemik dana transaksi narkoba untuk kampanye pemilihan umum (Pemilu) 2024.

Afif mengungkapkan masih menulusuri kebenaran informasi dana transaksi narkoba tersebut.

"Ya nanti kita pasti ceklah itu. Kami juga dengar informasi itu," ujar Afifuddin usai Uji Publik Rancangan PKPU, di Hotel Grand Mercure Jakarta, Sabtu (27/5/2023).

Afif menegaskan apabila terdapat indikasi kecurangan dana transaksi narkoba, pihaknya bakal melakukan pengecekan.

ADVERTISEMENT

"Pastinya kalau sudah ada laporan terkait indikasi kecurangan pasti kita akan melakukan pengecekan dan ini PKPU juga belum disahkan, setelah itu baru kita lakukan pengecekan terkait laporan-laporan tersebut. Bisa jadi juga ada laporan dari temen-temen Bawaslu dan seterusnya," tegasnya.

Adapun Afif mengimbau kepada semua peserta Pemilu 2024 agar lebih transparan dalam menerima sumber dana kampanye.

"Ya diatur di PKPU, semuanya tercatat kan. Mau rinci ga rinci yang penting tercatat, Begitu juga sumbernya (dana). Semua harus tercatat, jumlah ada dan seterusnya. Sebagaimana yang tercermin dalam bagaimana kampanye dilakukan, bagaimana dana kampanye mencerminkan besarannya sampai kampanye bisa melakukan kegiatan yang banyak, itu kan biar tergambar secara baik," imbuhnya.

Sebelumnya, dalam rapat kerja teknis Direktorat Tindak Pidana Narkoba Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri ditemukan adanya indikasi dana transaksi narkoba yang diduga bakal digunakan untuk kampanye Pemilu 2024.

"Dari hasil penangkapan yang dilakukan jajaran terhadap anggota legislatif di beberapa daerah, diduga akan terjadi penggunaan dana dari peredaran gelap narkotika untuk kontestasi elektoral 2024," ujar Wakil Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Komisaris Besar Jayadi, Rabu (24/5/2023).

Temuan kepolisian ini merupakan hasil dari penangkapan terhadap sejumlah anggota legislatif di beberapa daerah atas indikasi dana dana transaksi narkoba untuk kampanye Pemilu 2024.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Business 33 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 43 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 9 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia