7 Kali Bilang Cawe-cawe, Jokowi Tak Ingin Indonesia Terpuruk
JAKARTA, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengucapkan kata cawe-cawe sebanyak tujuh kali saat bertemu dengan sejumlah pemimpin redaksi media nasional, di Istana Negara, Senin (29/5/2023). Jokowi seakan-akan ingin menegaskan bahwa dirinya bakal cawe-cawe atau ikut campur untuk kepentingan bangsa dan negara.
"Ada statement beliau yang menarik hari ini, yaitu beliau ingin cawe-cawe, itu bahasa Jawa ya. Kalau dalam bahasa Indonesia itu ikut campur dalam kepentingan bangsa. Itu yang beliau ungkapkan berulang kali, kenapa beliau sangat concern terhadap kepentingan bangsa. Beliau ingin konsistensi pembangunan, Indonesia tidak terpuruk kembali, dan berharap saat ini Indonesia dikatakan sangat dipercaya di mata dunia," kata Direktur Pemberitaan B-Universe Apreyvita Wulansari, usai menghadiri pertemuan antara Jokowi dan sejumlah pemimpin redaksi di Istana Negara, seperti dilansir Beritasatu.com, Senin malam (29/5/2023).
Saat ini, lanjutnya, Indonesia sudah dipandang dunia. Hal ini terbukti saat Indonesia dipercaya menggelar event internasional dari G20 hingga KTT ASEAN. Bahkan dalam sejumlah pertemuan internasional, Indonesia selalu diperhitungkan.
"Mungkin teman-teman ingat beberapa waktu yang lalu, Pak Jokowi dipanggil oleh beberapa kepala negara saat di Hiroshima, Jepang. Itu menunjukkan bahwa Indonesia memiliki power, bukan hanya di Asia, tetapi di seluruh dunia. Menurut saya, poin yang ingin disampaikan Pak Jokowi itu untuk masalah beliau ikut campur dalam hal apa, concern-nya untuk bangsa, saya akan melakukan apa saja," tuturnya.
Sementara itu, melalui keterangan tertulis, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin menjelaskan maksud dari ucapan tersebut. Menurut dia, Jokowi ingin memastikan Pemilu 2024 dapat berlangsung secara demokratis, jujur, dan adil.
"Presiden berkepentingan terselenggaranya pemilu dengan baik dan aman tanpa meninggalkan polarisasi atau konflik sosial di masyarakat," jelasnya.
Presiden, menurut dia, ingin pemimpin nasional ke depan dapat mengawal dan melanjutkan kebijakan-kebijakan strategis seperti pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), hilirisasi, transisi energi bersih, dan lain-lain.
“Presiden mengharapkan seluruh peserta pemilu dapat berkompetisi secara free dan fair, karenanya Presiden akan menjaga netralitas TNI Polri dan ASN," ucapnya.
Presiden juga ingin pemilih mendapat informasi dan berita yang berkualitas tentang peserta pemilu dan proses pemilu, sehingga akan memperkuat kemampuan pemerintah untuk mencegah berita bohong atau hoaks, dampak negatif AI, hingga black campaign melalui media sosial atau online.
Terkait pilihan rakyat untuk Pemilu 2024, Jokowi akan menghormati dan menerima pilihan rakyat dan akan membantu transisi kepemimpinan nasional dengan sebaik-baiknya.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now




