ASEAN Usulkan Inisiatif Ketahanan Pangan dengan Rusia
JAKARTA, Investor.id – ASEAN mengusulkan inisiatif penguatan ketahanan pangan dengan Rusia. Inisiatif ini diperlukan setelah rantai pasok global atas bahan baku biji-bijian dan pupuk sempat terganggu akibat ketegangan Rusia dan Ukraina.
Dalam ASEAN Post Ministerial Meeting dengan Rusia, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengungkapkan, ASEAN berencana mengajukan deklarasi pemimpin untuk penguatan ketahanan pangan dan nutrisi untuk merespons krisis pada KTT ASEAN ke-43 pada September mendatang.
ASEAN menyebut dukungan Rusia sangat krusial untuk inisiatif ini, mengingat negara tersebut tercdatat sebagai produsen global untuk gandum dan pupuk. Ketegangan antara Rusia dan Ukraina membuat ASEAN sebagai negara importir gandum dan pupuk menjadi gangguan rantai pasok.
"Dukungan Rusia terhadap inisiatif ini sangat penting mengingat status Rusia sebagai produsen gandum dan pupuk global,” kata Retno dalam ASEAN Post Ministerial Meeting dengan Rusia di Jakarta pada Kamis siang (13/7/2023), seperti yang dikutip dari pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri.
Dalam pertemuan tersebut, Retno kembali menegaskan posisi ASEAN dalam menyikapi ketegangan antara Ukraina dan Rusia. Menurut dia, baik Rusia dan Ukraina merupakan teman ASEAN, terutama Indonesia, sehingga ASEAN akan terus menyuarakan resolusi konflik antara kedua negara tersebut.
Retno menyebutkan, Rusia telah menjadi mitra dialog ASEAN selama lebih dari 26 tahun. Dalam lima tahun terakhir hubungan ASEAN dan Rusia naik tingkat menjadi Kemitraan Strategis. Melihat situasi dunia yang saat ini telah berubah, ASEAN berharap kemitraan antara kedua pihak dapat selalu memprioritaskan nilai-nilai perdamaian.
“Paradigma kolaborasi dibutuhkan untuk menyelamatkan dunia. Sebagai teman Rusia maupun Ukraina, Indonesia tak kenal lelah untuk menyerukan perdamaian. Kemitraan kita harus mewujudkan paradigma ini dalam tindakan nyata,” kata Menlu Retno.
Para menteri luar negeri negara-negara anggota ASEAN melangsungkan pertemuan dengan menteri luar negeri negara mitra dalam rangkaian ASEAN Post Ministerial Conference. Pertemuan ini merupakan rangkaian dari ASEAN Foreign Ministers' Meeting yang digelar di Jakarta. Berdasarkan informasi resmi dari Kementerian Luar Negeri, pertemuan akan diadakan dengan 10 negara mitra, yaitu India, Selandia Baru, Australia, Rusia, Tiongkok, Korea, Jepang, Uni Eropa, Inggris, dan Kanada.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






