Rekam Jejak Positif, Erick Thohir Dinilai Unggul Dibanding Kandidat Cawapres Lainnya
JAKARTA, investor.id - Koalisi yang dipimpin PDI Perjuangan akan menghitung dan memastikan peluang cawapres Ganjar untuk dapat memberikan daya ungkit kemenangan. Sebab, cawapres yang akan dipasangkan dengan Ganjar diharapkan memiliki nilai jual yang tinggi sehingga dapat memenangkan kontestasi pilpres.
Menurut Sukrti tak ada ada gunanya jika parpol koalisi hanya memasangkan seseorang namun peluang untuk memenangkan pilpres kecil. Erick Thohir dinilai memiliki daya ungkit dan rekam jejak yang positif dibandingkan kandidat cawapres lainnya sehingga bisa mendukung kemenangan Ganjar di pilpres.
"Lawan politik Ganjar nanti juga cukup besar. Sehingga cawapresnya nanti harus memiliki nilai jual dan daya ungkit kemenangan. Sehingga koalisi parpol tidak gegabah memilih cawapres yang peluang menangnya kecil,"kata Dr.Phil. Sukri, M.Si, Pengamat Politik Universitas Hasanuddin, Sukri dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (9/8/2023).
Baik Sandiaga Uno maupun Erick Thohir dinilai Sukri memiliki potensi sumberdaya ekonomi yang kuat serta irisan potensi pemilih dari generasi muda muda. Mereka memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Sandiaga saat ini memiliki afiliasi partai.
Jika koalisi memutuskan kandidat cawapres harus berasal dari parpol, maka Sandiaga akan diuntungkan. Namun ketika terjadi kebuntuan politik dalam menentukan cawapres, maka potensi Erick yang saat ini tidak memiliki afiliasi partai, sangat diuntungkan.
Berdasarkan survei dari berbagai lembaga menyebutakan, Erick dipasangkan dengan Ganjar atau pun Prabowo dapat menjadi daya ungkit kemenangan capres. Sebagai Anggota Banser menurut Sukri, Erick memiliki potensi yang sangat besar mendulang suara di Jawa Timur. Jawa Timur merupakan provinsi dengan jumlah pemilih terbanyak di Indonesia.
Sebagai ormas keagamaan terbesar di Indonesia, Nahdatul Ulama sangat mendominasi di Jawa Timur.'
" Erick sangat intensif membangun komunikasi di Jawa Timur. Sedangkan Sandiaga tidak terafiliasi dengan NU. Potensi cawapres mendapatkan dukungan dari NU menjadi sangat penting. Ini yang pasti menjadi pertimbangan koalisi parpol untuk memilih cawapres sehingga Erick memiliki keunggulan,"terang Sukri.
Saat ini, Yenny Wahid dan Khofifah Indar Parawansa mencuat sebagai kandidat cawapres. Meski kedua tokoh wanita tersebut kuat di kalangan NU, namun menurut Sukri, Erick masih bisa diandalkan untuk mendulang suara di Jawa Timur dan warna Nahdliyyin. Ini disebabkan dalam politik di Indonesia, isu keterwakilan kaum hawa dan pemilih wanita memilih dari kaumnya masih belum menjadi perhatian yang besar.
"Ketiga tokoh ini memang memiliki representasi NU. Sehingga sekarang tinggal membandingkan masing-masing tokoh representasi NU tersebut. Yenny dan Khofifah merupakan dinilai sebagat tokoh politik yang senior dan cukup memiliki banyak pengalaman. Sedangkan Erick merupakan politikus muda yang dekat dengan generasi milenial dan generai X. Sehingga menurut saya Erick memiliki nilai tambah yang tidak dimiliki oleh Yenny ataupun Khofifah,"pungkas Sukri.
Editor: Imam Suhartadi
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler



