Jumat, 15 Mei 2026

IKN Jadi Pusat Gravitasi Baru

Penulis : Leonard AL Cahyoputra
7 Jan 2024 | 20:34 WIB
BAGIKAN
Calon Presiden nomor urut 03 Ganjar Pranowo dalam Debat Ketiga Calon Presiden Pemilu Tahun 2024 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/1/2024). (Sumber: Youtube, KPU RI)
Calon Presiden nomor urut 03 Ganjar Pranowo dalam Debat Ketiga Calon Presiden Pemilu Tahun 2024 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/1/2024). (Sumber: Youtube, KPU RI)

JAKARTA, Investor.id --Calon presiden (capres) nomor urut 3 Ganjar Pranowo menerangkan, sistem pertahanan rakyat semesta harus didorong dan  dilapisi dengan pertahanan yang betul-betul berlapis. Selain itu, pihaknya akan menjadikan benteng pertahanan Nusantara sebagai sebuah satu kesatuan.
“Kita perlu penataan gelar pasukan karena IKN menjadi pusat gravitasi baru dan ini bagian dari antisipasi terhadap tarung global antara AS dan Tiongkok,” kata dia dalam debat ketiga Pilpres 2024 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/1/2024).

Untuk itulah, terang Ganjar, pertahanan Indonesia harus masuk pada wilayah 5.0 dengan teknologi sakti seperti rudal hipersonik, senjata siber, sensor quantum, dan sistem senjata otonom.  Dia optimistis hal itu bisa dilakukan kalau anggaran dari Kementerian Pertahanan (Kemenperin) itu 1-2% dari PDB.
“Sehingga, Kekuatan Pokok Minimum atau Minimum Essential Forces (MEF) kita akan bisa tercapai, karena ini yang mengerikan di 2024 saya khawatir ini tidak akan tercapai,” ujar dia.

Sebelumnya, Ganjar menerangkan, politik luar negeri merupakan alat untuk negosiasi terhadap dunia luar, tetapi kepentingan nasional harus nomor satu. “Kenapa itu menjadi penting? Karena kita mesti betul-betul bisa melakukan redefinisi terhadap politik luar negeri yang bebas aktif yang disesuaikan dengan kondisi kekinian,” ucap dia.

ADVERTISEMENT

Ganjar mengatakan, hal itu penting karena kita perlu untuk memilih, memilah, dan memperioritaskan yang menjadi kekuatan dan keinginan dari bangsa dan negara  Dia menegaskan, rakyat butuh bekerja, rakyat butuh lapangan pekerjaan lebih banyak dan  Investasi harus lebih banyak.
“Maka kita harus memperkuat infrastruktur diplomasi kita. Duta besar, para diplomat dan tentu saja inilah yang mesti kita berikan penugasan-penugasan untuk membereskan persoalan-persoalan kepentingan ekonomi  nasional dalam konteks kekinian,” kata dia,

Ganjar mengatakan, pihaknya tidak pernah lupa Indonesia selalu setia pada kesepakatan yang pernah diambil. Dekolonisasi yang dilakukan mendorong meyakinkan kita semua untuk membebaskan seluruh bangsa tanpa boleh mengintervensi satu dengan yang lain. Hal itu menjadi komitmen mereka pada kemerdekaan Palestina yang akan didukung terus menerus.
“Maka kalau lah itu kita kerjakan beberapa problem krisis iklim barangkali akan kita selesaikan dengan membawa pola-pola diplomasi sesuai dengan kekinian yang diperlukan. Atau barangkali kepentingan umkm yang mesti kita bawa ke dunia internasional seperti praktek yang pernah kami lakukan di Jawa Tengah. Itu yang membikin masyarakat akan merasakan politik luar negeri jauh lebih baik,” ucap dia.

Editor: Leonard

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 39 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 43 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 3 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 3 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia