Pernyataan Sikap IKA UPI, dari Seruan Pemilu Damai hingga Tolak Politisasi Kampus
JAKARTA, investor.id – Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Pendidikan Indonesia (IKA UPI) menyatakan sikapnya terkait Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
Ketua Umum PP IKA UPI, Dr. (HC) Enggartiasto Lukita mengajak para alumni UPI dan elemen bangsa untuk menciptakan pemilu damai, menghargai perbedaan politik, menangkal hoaks, memperkuat persaudaraan, dan menolak politisasi kampus.
Berikut adalah pernyataan lengkap IKA UPI:
1. Mengajak alumni UPI dan segenap elemen bangsa untuk bersama-sama menciptakan suasana pemilu yang damai dan penuh kegembiraan, dengan cara mengutamakan pendidikan politik bagi masyarakat dan meningkatkan partisipasi pemilu dengan menjunjung tinggi harmoni, damai, dan bertanggungjawab dalam menggunakan hak pilihnya.
2. Menghargai dan menghormati perbedaan pilihan politik setiap individu. Menolak segala bentuk kampanye yang mengandung kebencian dan merendahkan martabat pihak lain, sehingga menyulut konflik dan permusuhan. Perbedaan pandangan dan pilihan politik merupakan modal dalam memperkaya pemahaman sekaligus memperkuat kesadaran berbangsa dan bernegara.
3. Mengajak bersama-sama menangkal dan menghentikan berita palsu (hoaks) dan ujaran kebencian yang merusak iklim demokrasi dan mengajak masyarakat untuk bersikap kritis dan bijak dalam menyaring informasi sebelum menyebarkannya, serta mengutamakan sumber informasi yang dapat dipercaya.
Baca Juga:
Hadapi Era Gig Economy, Prabowo-Gibran Akan Sinergikan Dunia Industri dan Pendidikan Vokasi4. Menjaga keadaban publik dan mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan dan memperkuat ikatan persaudaraan dalam membangun Indonesia yang lebih baik. Mari kita perkuat tali silaturahmi dan persaudaraan di antara kita, dengan sikap saling menghormati dan menerima perbedaan, termasuk dalam hal pilihan politik. Mengajak keluarga besar alumni UPI dan segenap komponen bangsa untuk berperan serta dalam menghindari polarisasi di masyarakat yang mengganggu kehidupan berbangsa dan bernegara.
5. Menolak politisisasi kampus untuk kepentingan politik tertentu dan memecah belah. Sebaliknya, kampus mengajak menjaga kondusivitas sivitas akademik dan turut memberikan edukasi kepada komponen bangsa demi terciptanya pemilu yang jujur, adil, aman, dan damai serta menjaga momentum pertumbuhan ekonomi positif dan iklim investasi yang kondusif demi kesejahteraan masyarakat.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler

