Kamis, 14 Mei 2026

Kolaborasi Indonesia-Inggris: Menuju E-Governance dan Digitalisasi

Penulis : Grace El Dora
4 Mar 2024 | 09:07 WIB
BAGIKAN
Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika Nezar Patria saat bertemu dengan Menteri Negara Inggris untuk Indo Pasifik Anne-Marie Belinda Trevelyan di Jakarta, Kamis (29/2/2024). (Foto: ANTARA/HO-Kementerian Komunikasi dan Informatika)
Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika Nezar Patria saat bertemu dengan Menteri Negara Inggris untuk Indo Pasifik Anne-Marie Belinda Trevelyan di Jakarta, Kamis (29/2/2024). (Foto: ANTARA/HO-Kementerian Komunikasi dan Informatika)

JAKARTA, investor.id – Indonesia dan Inggris kini berkolaborasi untuk memajukan e-governance dan digitalisasi, yang bertujuan untuk memanfaatkan pengalaman luas Inggris dalam menerapkan solusi e-Government dan digitalisasi.

Kemitraan ini disoroti dalam pertemuan antara Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia Nezar Patria dan Menteri Negara Inggris untuk Indo Pasifik Anne-Marie Belinda Trevelyan di Jakarta.

Diskusi mereka menggarisbawahi pentingnya upaya kolaboratif untuk meningkatkan dukungan teknis dan peningkatan kapasitas dalam e-Government.

ADVERTISEMENT

Sebagai informasi, e-Government merupakan sebuah langkah pemerintah dalam memanfaatkan teknologi informasi dalam upaya meningkatkan efisiensi, efektivitas, transparansi, dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan serta pelayanan publik.

Menetapkan Panggung untuk Kerja Sama

Kolaborasi antara Indonesia dan Inggris tidak hanya sekedar berbagi pengalaman, namun juga membangun infrastruktur e-governance yang kuat dan dapat menjadi model bagi negara lain, menurut keterangan yang dikutip Senin (4/3).

Patria menekankan perlunya Indonesia belajar dari keberhasilan dan kegagalan Inggris dalam e-Government agar tidak mengulangi kesalahan. Inisiatif ini bertujuan untuk menyederhanakan proses pemerintahan, menjadikannya lebih efisien dan dapat diakses oleh masyarakat.

Dengan berfokus pada pembangunan infrastruktur dan memastikan interoperabilitas aplikasi di berbagai kementerian dan pemerintah daerah, Indonesia meletakkan dasar bagi sistem e-Government yang komprehensif.

Bantuan Teknis dan Peningkatan Kapasitas

Selain infrastruktur, kerja sama ini juga mencakup bantuan teknis dan peningkatan kapasitas. Indonesia telah menjalin kemitraan dengan universitas dan institusi asing seperti Tony Blair Institute untuk mengembangkan kemampuan e-governance.

Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan dukungan teknis dan pengawasan yang diperlukan, sehingga memungkinkan Indonesia menerapkan e-Government secara lebih efektif.

Pertemuan mendatang di Inggris, yang dijadwalkan pada Juni 2024, akan memperkuat upaya kerja sama ini, dengan fokus pada infrastruktur telekomunikasi dan pendidikan untuk meningkatkan kapasitas.

Kemitraan dengan Potensi

Kemitraan antara Indonesia dan Inggris merupakan langkah maju yang signifikan dalam gerakan global menuju tata kelola digital. Dengan memanfaatkan keahlian Inggris dan keinginan Indonesia untuk berinovasi, kolaborasi ini dapat menjadi preseden bagaimana negara-negara dapat bekerja sama mengatasi tantangan digitalisasi.

Fokus pada pendidikan dan peningkatan kapasitas juga menunjukkan komitmen jangka panjang untuk tidak hanya menerapkan solusi e-Government namun juga memastikan solusi tersebut berkelanjutan dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masa depan.

Inisiatif antara Indonesia dan Inggris ini menggambarkan kekuatan kerja sama internasional dalam mengatasi kompleksitas pemerintahan modern. Ketika kedua negara terus mengeksplorasi potensi teknologi digital, kemitraan mereka dapat memberikan wawasan dan strategi berharga bagi negara lain yang ingin memulai perjalanan serupa.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 4 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 13 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 30 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 60 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 1 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia