Jumat, 15 Mei 2026

Pengamat: Kepemimpinan Airlangga Faktor Utama Kesuksesan Partai Golkar pada Pemilu 2024

Penulis : Yustinus Patris Paat
20 Mar 2024 | 19:55 WIB
BAGIKAN
Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) Airlangga Hartarto seusai Rakernas di DPP Partai Golkar di Jalan Anggrek Neli Murni, Kemanggisan, Jakarta Barat, Minggu (4/6/2023).
Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) Airlangga Hartarto seusai Rakernas di DPP Partai Golkar di Jalan Anggrek Neli Murni, Kemanggisan, Jakarta Barat, Minggu (4/6/2023).

JAKARTA, investor.id – Partai Golkar meraih hasil positif dalam pemilihan umum (pemilu) 2024. Tidak saja dalam perhelatan pemilihan presiden (pilpres), pemilihan legislatif (pileg) pun menuai hasil menggembirakan.

Data penghitungan internal Partai Golkar mencatat, partai berlambang pohon beringin ini unggul di 15 dari 38 provinsi pada kontestasi Pileg 2024. Partai Golkar bahkan memperoleh 102 kursi DPR RI, melonjak dibandingkan raihan partai tersebut pada Pemilu 2019 yang mendapatkan 85 kursi.

Dalam perhelatan Pilpres 2024, data Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Golkar menunjukkan, sebanyak 75-80% pendukung Partai Golkar memilih pasangan calon nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka sehingga akhirnya meraih suara 58%.

ADVERTISEMENT

Pengamat politik dari Universitas Nasional (Unas) R Wijaya Dg Mapasomba menilai, ada beberapa faktor yang memengaruhi lonjakan raihan suara Partai Golkar di pemilu 2024.

Paling utama menurutnya, adalah kepemimpinan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. Airlangga mampu memimpin dan menggerakkan mesin politik partai tersebut secara massif sehingga berkontribusi positif bagi kemenangan Golkar dan pasangan Prabowo-Gibran.

"Harus diakui pengaruh Airlangga yang membangun konsolidasi yang kuat dari internal sampai ke masyarakat paling bawah menyebabkan lonjakan suara Partai Golkar," kata Wijaya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (20/3/2024).

Faktor kedua, kata Wijaya, adalah militansi kader-kader Golkar yang terjun langsung untuk menyerap aspirasi masyarakat. Menurut dia, hal tersebut tidak lepas dari peran Airlangga sebagai "nahkoda" partai sehingga jumlah perolehan kursi Partai Golkar naik signifikan.

"Kalau suara partai naik kan pasti tergantung siapa Ketua Umumnya, nah pada saat ini kan Airlangga Ketua Golkar berarti keberhasilan ini suatu pembuktian dari kepemimpinan beliau," tandas Wijaya.

Selain itu, kata Wijaya, Airlangga jeli dalam menempatkan calon legislatif (caleg) di sejumlah daerah yang berpotensi menang.

"Inilah kehebatan Airlangga pendekatannya kepada figur yang berpengaruh di daerah itu, kemudian diusung menjadi caleg Golkar, akhirnya terbukti banyak caleg Golkar yang lolos ke Parlemen dan ini tidak bisa dinafikan bahwa memang kerja Airlangga,'' terangnya.

Wijaya tak setuju adanya anggapan bahwa suara Partai Golkar naik signifikan lantaran efek mengusung Prabowo-Gibran. Menurut dia, justru sebaliknya, berkat Partai Golkar perolehan suara Prabowo-Gibran naik di beberapa daerah.

"Kalau ada yang mengatakan bahwa suara Partai Golkar naik karena mengusung Prabowo-Gibran, ya saya pikir tidak tepat. Karena Golkar merupakan partai besar dan salah satu partai tertua, tidak mungkin mengejar efek ekor jas Prabowo-Gibran," tuturnya.

Selain itu, tambah Wijaya, kemenangan Partai Golkar di 15 Provinsi juga tidak lepas dari hasil kerja Airlangga sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN).

"Masyarakat melihatnya ke arah itu, semenjak (Airlangga) menjadi menteri konsisten menjalankan tugasnya melayani membuat kebijakan yang langsung menyentuh ke masyarakat paling bawah, Pak Airlangga juga bukan pemimpin yang kontroversial," pungkas Wijaya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Penasihat Partai Golkar Luhut Binsar Pandjaitan mengakui kemampuan Airlangga Hartarto dalam memimpin Golkar, sehingga perolehan suara partai melonjak signifikan dalam Pemilu 2024.

“Saya ingin mengucapkan selamat kepada Golkar, Pak Airlangga dengan kepemimpinannya yang membawa Golkar pada posisi saat ini, mungkin kita masih ingat beberapa waktu lalu banyak yang mempertanyakan bagaimana Golkar termasuk saya sendiri,” kata Luhut dalam kegiatan syukuran partai di Kabupaten Badung, Bali, Jumat (15/3/2024)

Dia menilai saat ini Golkar adalah partai yang cerdik, karena di bawah kepemimpinan Airlangga mampu membaca peta politik di daerah. Selain itu menurut dia, jajaran partai semakin solid dengan satu komando mendengar instruksi DPP Partai Golkar.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 24 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 28 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia