Jumat, 15 Mei 2026

Pesona Jakarta Memudar, Perantau Pilih Bodetabek

Penulis : Alfida Rizky Febrianna
23 Apr 2024 | 19:53 WIB
BAGIKAN
Kepala Dinas Dukcapil Pemprov DKI Jakarta Budi Awaluddin dalam Forum Group Discussion (FGD) dengan tema: Jakarta Tak Lagi Jadi Magnet, PIK, Selasa (23/4/2024). (Investor Daily/David Gita Roza)
Kepala Dinas Dukcapil Pemprov DKI Jakarta Budi Awaluddin dalam Forum Group Discussion (FGD) dengan tema: Jakarta Tak Lagi Jadi Magnet, PIK, Selasa (23/4/2024). (Investor Daily/David Gita Roza)

TANGERANG, investor.id – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta mengungkap adanya tren penurunan jumlah warga pendatang merantau ke Jakarta dari tahun ke tahun. Kini, tren arus urbanisasi meluas ke kawasan Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Bodetabek).

Kepala Disdukcapil Pemprov Jakarta Budi Awaluddin menyampaikan, pihaknya mencatat jumlah warga pendatang yang merantau ke Jakarta mengalami penurunan dari sekitar 27.000 orang pada 2022 menjadi hanya sekitar 20.000 orang saja pada 2023.

“Kami memprediksi akan ada penurunan pendatang ke DKI jakarta (pada tahun 2024). Pertama, kalau kita lihat tren dari 2023, pendatang kita itu turun dibandingkan tahun 2022,” ungkapnya, saat acara FGD Investor Daily 'Jakarta Tak Lagi Jadi Magnet', di Kantor B-Universe, Tokyo Hub PIK 2, Tangerang pada Selasa (23/4/2024).

ADVERTISEMENT

Dia menambahkan, Disdukcapil juga mencatat tren penurunan jumlah warga pendatang ke Jakarta ini terjadi dalam beberapa bulan terakhir di tahun ini. Pada Maret 2024, jumlah pendatang ke Jakarta tercatat hanya 6.000 orang.

“Padahal, pada Januari 2024, jumlah pendatang kita 9.000. Lalu, pada Februari dan Maret ini hanya 6.000 pendatang. Angka ini juga turun jauh dari rata-rata pendatang bulanan pada tahun 2022 dan 2023 yang mencapai sekitar 12.000,” ujarnya.

Menurut Budi, warga pendatang kini mulai melirik daerah penyangga Jakarta seperti Bodetabek sebagai alternatif tujuan rantau. “Bisa jadi memang sudah ada pemerataan pembangunan ke daerah-daerah Bodetabek, yang memang juga sudah berkembang juga di situ. Makanya, masyarakat juga enggan datang ke Jakarta,” tuturnya.

Budi juga lalu menyoroti salah satu kota di kawasan Bodetabek yang ramai didatangi warga pendatang adalah Tangerang Selatan. Dia menyebut, Tangerang Selatan mencatatkan tren peningkatan jumlah pendatang setiap tahunnya.

Adapun berdasarkan hasil diskusi di dalam forum, salah satu faktor yang menyebabkan pesona Jakarta bagi perantau mulai meredup adalah karena faktor biaya hidup yang mahal hingga kurangnya ketersediaan hunian layak namun terjangkau.

Di samping itu, Budi juga menyinggung banyak warga Jakarta sendiri yang memilih pindah ke Bodetabek demi menghindari biaya hidup yang mahal, tetapi masih menggunakan KTP dan fasilitas sebagai warga Jakarta.

“Fenomena saat kemarin pada saat pemilihan umum, mereka datang ke Jakarta hanya untuk mencoblos. Padahal mereka sudah puluhan tahun tinggal di daerah Bodetabek. Artinya, mereka masih ber-KTP Jakarta. Ini yang harus kita tertibkan,” tegasnya.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia