Sabtu, 4 April 2026

Wakatobi Perkenalkan Desa Wisata Liya Togo

Penulis : Antara
25 Mei 2012 | 08:22 WIB
BAGIKAN

WANGIWANGI- Pemerintah Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, menyiapkan Liya Togo di Kecamatan Wangiwangi Selatan sebagai desa wisata di kabupaten tersebut.

"Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Firmansyah Rahim, sudah meninjau kawasan Liya Togo untuk dikembangkan jadi kawasan desa wisata," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Wakatobi, Tawakal, di Wangiwangi, Kamis (24/5).

Menurut Tawakal, Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata Firmansyah bersama Bupati Wakatobi, Hugua, sudah bersepakat akan menjual pariwisata Wakatobi ke berbagai negara, terurama negara-negara Eropa, bersama-sama.

Tawakal mengatakan, wilayah Liya Togo merupakan pusat penyebaran Agama Islam pertama di wilayah Kepulauan Tukang Besi yang sekarang Wakatobi sudah berganti nama menjadi Wakatobi.

Bukti wilayah tersebut menjadi pusat penyebaran Islam jelas Tawakal, di dalam kawasan tersebut terdapat benteng tua yang disebut Benteng Liya Togo.

Di dalam benteng seluas kurang lebih 30 hektare itu, terdapat masjid tua bernama Masjid Liya Togo.

"Bangunan masjid Liya Togo, mirip dengan konstruksi bangunan Masjid Keraton Buton yang ada di Kota Baubau, yakni dinding masjid tersusun dari batu gunung dengan menggunakan perekat dari adonan kapur dicampur putih telur ayam," katanya.

Ia mengatakan, dalam menyiapkan Liya Togo sebagai kawasan desa wisata, Pemkab Wakatobi membantu masyarakat menyiapkan satu atau dua kamar di rumah mereka seperti ruangan penginapan atau losmen.

"Diharapkan, para wisatawan yang berkunjung di Liya Togo dapat menggunakan rumah warga sebagai tempat menginap," katanya.

Tawakal mengatakan, di masa lampau, wilayah kepulauan Tukang Besi menjadi bagian dari wilayah administrasi Kesultanan Buton.

Berubah nama menjadi Wakatobi setelah wilayah yang terdiri dari empat pulau besar di sebelah timur Pulau Buton itu, mekar menjadi kabupaten otonom baru di Sultra tahun 2004.

Nama Wakatobi sendiri diambil dari akronim nama empat pulau yang membentuknya, yakni Pulau Wangiwangi, Kaledupa, Tomia dan Pulau Binongko.(ant/hrb)

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Business 6 menit yang lalu

Operator Transportasi Antisipasi Libur Panjang Paskah

Sejumlah operator transportasi mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat pada libur panjang Hari Raya Paskah 2026.
International 9 menit yang lalu

12 RT dan 4 Ruas Jalan di Jakbar Terendam Banjir

Banjir rendam 12 RT di Jakarta Barat akibat luapan Kali Angke dan Pesanggrahan. BPBD DKI siagakan personel untuk penyedotan genangan air.
Market 18 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Sabtu 4 April 2026: Kokoh

​​​​​​​Harga emas Antam (ANTM) terpantau kokoh pada hari ini, sabtu (4/4/2026). Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 22 menit yang lalu

Masuk Saham Terkonsentrasi Tinggi, Laba Samator (AGII) Merosot

Laba bersih Samator Indo Gas (AGII) merosot 44,37% pada 2025, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
International 30 menit yang lalu

Kadin: Perang Lumpuhkan Ekonomi Timur Tengah, Biaya Kirim Melonjak 3 Kali

Kadin ungkap dampak perang Iran-AS: Biaya logistik naik 3 kali lipat & pengiriman barang molor hingga 2 bulan. Cek dampaknya bagi Indonesia.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Komitmen Investasi Rp574 Triliun dari Jepang dan Korsel

Dalam situasi geopolitik yang tidak menentu, Indonesia masih menjadi daya tarik bagi para investor dari Jepang maupun Korsel.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia