10 Tahun Menjabat, Presiden Jokowi Revitalisasi Puluhan Ribu Puskesmas
JAKARTA, investor.id - 10 tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga fokus pada pelayanan kesehatan. Salah satu capaiannya, yakni revitalisasi pelayanan kesehatan, khususnya pusat kesehatan masyarakat (puskesmas). Diketahui, selama satu dekade terakhir, 10.000 puskesmas telah direvitalisasi.
Tak hanya puskesmas, tetapi puskesmas pembantu dan posyandu juga alami peningkatan. Sebanyak 85.000 puskesmas pembantu telah direvitalisasi dan juga 300.000 posyandu.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, revitalisasi dilakukan karena kapasitas pelayanan puskesmas sebelumnya berbeda-beda, sehingga semua perlu standarisasi.
"Selain itu, layanan kesehatan tidak hanya fokus kepada ibu hamil dan balita, tetapi juga mencakup hingga lansia. Kemudian, semua data terdigitalisasi," ucap Budi dikutip dari keterangannya.
Ia melanjutkan, pelayanan kesehatan merupakan satu keberhasilan dalam satu dekade kepemimpinan Presiden Jokowi, dengan mengutamakan langkah promotif dan preventif untuk menjaga kesehatan masyarakat.
Budi menambahkan, salah satu langkah preventif pemerintah untuk kesehatan, yakni imunisasi dan skrining. Bahkan, saat ini pemerintah telah meluncurkan tiga antigen terbaru untuk imunisasi di Indonesia, yakni human papillomavirus vaccine(HPV) untuk pencegahan kanker serviks, vaksin pneumococcal conjugate Vaccine (PCV) untuk pneumonia, dan rotavirus untuk mencegah diare.
"Pemberian vaksin HPV dilatarbelakangi melihat angka kejadian kasus kanker serviks di Indonesia. Kanker serviks merupakan penyebab kematian kedua tertinggi pada wanita setelah kanker payudara.
Selain itu, pemberian vaksin PCV dan rotavirus juga atas dasar tingginya angka kematian balita akibat pneumonia dan diare.
“Tiga vaksin itu disorot dunia dan Indonesia melakukan imunisasi dengan ketiga vaksin itu. Ini adalah program nasional yang sangat besar berkat keberhasilan kepemimpinan Presiden Jokowi,” imbuh Menkes Budi.
Selain imunisasi, skrining juga dilakukan untuk penyakit gizi pada balita melalui pengukuran tubuh. Hingga saat ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mendistribusikan lebih dari 300.000 ribu antropometri ke posyandu di seluruh Indonesia untuk standarisasi proses penimbangan.
Kader posyandu yang melakukan penimbangan juga telah diberikan pelatihan agar sesuai standar. Hal ini karena sebelumnya alat timbang di puskesmas masih belum standar.
"Total sebanyak 1,5 juta kader di posyandu kita ajarkan cara menimbang bayi yang benar. Luar biasa program ini," papar Budi.
Kemenkes juga mengirimkan alat USG untuk seluruh puskesmas di Indonesia, yang bisa digunakan untuk skrining bayi dalam kandungan, serta untuk mendeteksi kanker payudara.
Editor: Yurike Metriani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






