Jumat, 15 Mei 2026

UNIFIL Sebut Israel Melanggar Resolusi DK PBB

Penulis : Grace El Dora
21 Okt 2024 | 09:26 WIB
BAGIKAN
Pemerintah Lebanon mengajukan keluhan baru kepada Dewan Keamanan PBB pada Rabu (16/10/2024) untuk memaksa Israel segera menghentikan serangan yang sedang berlangsung dan menarik pasukannya dari wilayah Lebanon. (Foto: ANTARA/Anadolu/py)
Pemerintah Lebanon mengajukan keluhan baru kepada Dewan Keamanan PBB pada Rabu (16/10/2024) untuk memaksa Israel segera menghentikan serangan yang sedang berlangsung dan menarik pasukannya dari wilayah Lebanon. (Foto: ANTARA/Anadolu/py)

BEIRUT, investor.id – UNIFIL selaku pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon selatan melaporkan Israel telah melanggar Resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB dengan serangan terbaru Israel. Dikatakan, sebuah buldoser tentara Israel dengan sengaja menghancurkan salah satu menara pengawas dan pagar pembatas mereka di Distrik Tyre wilayah tersebut.

Dalam sebuah pernyataan, UNIFIL melaporkan perkembangan terbaru terkait konflik. "Hari ini, sebuah buldoser IDF (militer Israel) dengan sengaja menghancurkan menara pengawas dan pagar pembatas di salah satu pos PBB di Marwahin," tulisnya seperti dikutip kantor berita Anadolu, Senin (21/10/2024).

"Kami kembali mengingatkan IDF dan semua pihak terkait tentang kewajiban mereka untuk memastikan keselamatan dan keamanan personel serta properti PBB, serta menghormati kedaulatan lokasi-lokasi PBB setiap saat," tambah pernyataan itu.

ADVERTISEMENT

Pasukan perdamaian ini menegaskan pelanggaran atas pos PBB dan kerusakan pada aset PBB merupakan pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional dan Resolusi DK PBB 1701.

Adapun Resolusi PBB 1701 yang diadopsi pada 2006 menyerukan gencatan senjata antara Lebanon dan Israel. Perjanjian itu berisi penetapan zona demiliterisasi antara Garis Biru (Blue Line) di sepanjang perbatasan Lebanon-Israel dan Sungai Litani. Menurut kesepakatan, pasukan Lebanon dan UNIFIL yang berwenang beroperasi di sana.

Israel kerap menyerang posisi UNIFIL di Lebanon selatan dalam beberapa hari terakhir, yang memicu kecaman global dan kekhawatiran akan kecenderungan aksi militer yang lebih luas.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia