Luhut Mau Pamer Sesuatu ke Elon Musk
JAKARTA, investor.id – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan akan melangsungkan pertemuan dengan CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk. Dalam pertemuan itu, Luhut menyebut akan membahas mengenai efisiensi pemerintahan, sejalan dengan Elon Musk yang nantinya bakal dipercaya memimpin Departemen Efisiensi Pemerintah Amerika Serikat (AS).
Hal tersebut disampaikan saat Diskusi Panel bertajuk "Humanitarian Islam dan Pendekatan Agama Terhadap Perdamaian di Timur Tengah" di Jakarta Pusat, Jumat (22/11/2024) sore. Dalam kesempatan itu, mulanya Luhut menerangkan dampak konflik yang terjadi ke Indonesia.
“Apapun ekonomi Indonesia ini dipengaruhi oleh keadaan global. Kita tidak bisa mengungkiri perang di Gaza itu, di Ukraina, juga di Lebanon, maupun ketegangan di Asia. Itu berpengaruh terhadap ekonomi dunia dan juga termasuk ekonomi Indonesia,” ungkap dia dalam sambutan.
Baca Juga:
Tiga Tantangan Utama Sektor Digital RILuhut bilang Indonesia harus tetap menjaga stabilitas ekonomi meski dihadapkan pada berbagai konflik di berbagai kawasan yang membuat ketidakpastian ekonomi. Upaya mencapai stabilitas ini salah satunya akan dilakukan dengan menjalin komunikasi dengan Elon Musk yang akan memimpin Departemen Efisiensi Pemerintah AS,
Menurut dia, Donald Trump yang terpilih kembali sebagai Presiden AS punya concern tersendiri mengenai efisiensi pemerintahan. Hal tersebut punya benang merah dengan pemerintah Indonesia yang tengah membangun e-katalog, dimana kini sudah memasuki versi 6.0.
“Dan ini sekarang sudah jalan, kita tinggal percepat saja prosesnya itu semua sehingga kita bisa melihat progres ini terus berjalan. Kemarin saya baru kirim berita pada Presiden untuk tadi versi 6 e-katalog,” katanya.
“Itu bisa diresmikan bulan depan, tanggal berapa kita usulin, karena itu 85% dari semua government procurement itu kira-kira US$ 110 miliar itu akan semua dalam e-katalog,” tambah Luhut.
Pamer ke Elon Musk
Luhut menjelaskan e-katalog seperti data pusat milik Amazon namun versi pemerintah RI, dimana semua jenis belanja pemerintah tertera di sana. Sehingga, e-katalog dapat mengurangi kemungkinan korupsi dan membuat pemerintah semakin efisien.
Selain dapat melihat berbagai item barang belanja negara, e-katalog juga dapat melihat berbagai macam industri jaringan pemerintah. Kemampuan pemerintah Indonesia untuk melakukan efisiensi inilah yang disinggung Luhut akan juga diperkenalkan ke AS, melalui pertemuan dengan Elon Musk.
“Waktu kami mulai ini 3 tahun yang lalu, 2,5 tahun, itu kira-kira cuma 50 ribu item yang ada di dalam. Hari ini saya ingin sampaikan, ini Pak Romo juga itu sudah 11 juta, jadi 11 juta item sudah ada di e-katalog sekarang” jelasnya.
“Karena dengan 11 juta lebih, 11,2 juta kalau saya tidak keliru, itu kita sudah bisa melihat industri apa yang kita buat, apa yang kita buat, dan seterusnya. Dan ini saya kira menjadi sangat penting,” ungkap Luhut.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now




