Hyundai Harap Pemerintah Dukung Industri Otomotif Terkait PPN 12%
BANDUNG, investor.id – Chief Marketing Officer Hyundai Motors Indonesia (HMID) Budi Nur Mukmin berharap pemerintah mendukung industri otomotif, terkait kenaikan pajak pendapatan nilai (PPN) 12%. Saat ini, pelaku industri otomotif dengan berhati-hati menyikapi wacana kenaikan PPN 12%.
“Tentu saja di Hyundai akan menghormati keputusan dari pemerintah tentang penetapan PPN 12% dan juga tentang opsen pajak kendaraan bermotor (PKB),” ungkap Budi dalam acara Hyundai Media Drive with All New Santa FE di Bandung, Kamis (5/12/2024).
Ia mengakui rencana pemberlakuan PPN 12% dan opsen PKB akan memberikan risiko ke pasar otomotif. Saat ini, kata Budi, pihaknya masih menghitung seberapa besar dampak dari PPN 12% dan opsen ke pasar.
Adapun opsen merupakan pungutan tambahan pajak menurut persentase tertentu.
“Kemarin saya sempat membaca analisa dari salah satu ekspertis ekonom dan otomotif yang menyampaikan resiko market tahun depan bisa turun sekitar 8%,” paparnya.
Baca Juga:
Menilik Objek PPN Berskema MultitarifSementara penjualan kendaraan bermotor di tahun ini diperkirakan mencapai 850.000 unit.
“Maka 8% dari 850.000 unit sekitar 80.000 lah ya. Jadi mungkin penjualan otomotif berkisar 750.000 - 780.000 (unit) di tahun depan jangan-jangan bisa ke situ,” sebut Budi.
Oleh karena itu, Budi menegaskan isu-isu tersebut membuat tantangan berat untuk industri otomotif. Ia juga menilai penerapan PPN 12% ini makin menambah risiko terhadap industri otomotif.
“Karena saat ini interest rate relatif tinggi, NPL juga masih tinggi sehingga membuat sulitnya menyalurkan kredit ke masyarakat,” katanya. Namun, HMID akan selalu menghormati keputusan pemerintah terkait rencana PPN 12% dan opsen PKB.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






