Jumat, 15 Mei 2026

Hyundai Harap Pemerintah Dukung Industri Otomotif Terkait PPN 12%

Penulis : Indah Ayu Pujiastuti
7 Des 2024 | 18:30 WIB
BAGIKAN
Chief Marketing Officer Hyundai Motors Indonesia (HMID) Budi Nur Mukmin dalam acara Hyundai Media Drive with All New Santa FE di Bandung, pada Kamis (5/12/2024). (Foto: Istimewa)
Chief Marketing Officer Hyundai Motors Indonesia (HMID) Budi Nur Mukmin dalam acara Hyundai Media Drive with All New Santa FE di Bandung, pada Kamis (5/12/2024). (Foto: Istimewa)

BANDUNG, investor.id – Chief Marketing Officer Hyundai Motors Indonesia (HMID) Budi Nur Mukmin berharap pemerintah mendukung industri otomotif, terkait kenaikan pajak pendapatan nilai (PPN) 12%. Saat ini, pelaku industri otomotif dengan berhati-hati menyikapi wacana kenaikan PPN 12%.

“Tentu saja di Hyundai akan menghormati keputusan dari pemerintah tentang penetapan PPN 12% dan juga tentang opsen pajak kendaraan bermotor (PKB),” ungkap Budi dalam acara Hyundai Media Drive with All New Santa FE di Bandung, Kamis (5/12/2024).

Ia mengakui rencana pemberlakuan PPN 12% dan opsen PKB akan memberikan risiko ke pasar otomotif. Saat ini, kata Budi, pihaknya masih menghitung seberapa besar dampak dari PPN 12% dan opsen ke pasar.

ADVERTISEMENT

Adapun opsen merupakan pungutan tambahan pajak menurut persentase tertentu.

“Kemarin saya sempat membaca analisa dari salah satu ekspertis ekonom dan otomotif yang menyampaikan resiko market tahun depan bisa turun sekitar 8%,” paparnya.

Sementara penjualan kendaraan bermotor di tahun ini diperkirakan mencapai 850.000 unit.

“Maka 8% dari 850.000 unit sekitar 80.000 lah ya. Jadi mungkin penjualan otomotif berkisar 750.000 - 780.000 (unit) di tahun depan jangan-jangan bisa ke situ,” sebut Budi.

Oleh karena itu, Budi menegaskan isu-isu tersebut membuat tantangan berat untuk industri otomotif. Ia juga menilai penerapan PPN 12% ini makin menambah risiko terhadap industri otomotif.

“Karena saat ini interest rate relatif tinggi, NPL juga masih tinggi sehingga membuat sulitnya menyalurkan kredit ke masyarakat,” katanya. Namun, HMID akan selalu menghormati keputusan pemerintah terkait rencana PPN 12% dan opsen PKB.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 24 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 28 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia