Jumat, 15 Mei 2026

Indonesia Segera Tambah Produsen Vaksin

Penulis : Grace El Dora
10 Des 2024 | 09:57 WIB
BAGIKAN
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam Gavi Board Meeting di Bali, Rabu (4/12/2024). (Foto: ANTARA/ HO-Kementerian Kesehatan)
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam Gavi Board Meeting di Bali, Rabu (4/12/2024). (Foto: ANTARA/ HO-Kementerian Kesehatan)

JAKARTA, investor.id – Indonesia berencana untuk segera menambah produsen vaksin, sehingga totalnya menjadi empat perusahaan. Selain itu, pemerintah bermaksud mentransfer teknologi dari produsen vaksin global untuk meningkatkan produksi.

“Sebelumnya, Indonesia hanya memiliki satu produsen vaksin, yaitu Biofarma, namun dalam dua tahun terakhir, jumlah produsen vaksin di Indonesia telah meningkat menjadi tiga, dengan dua di antaranya berasal dari sektor swasta,” ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin seperti dikutip Selasa (10/12/2024).

Ia menggarisbawahi pentingnya diversifikasi produsen vaksin dan transfer teknologi, demi meningkatkan kapasitas produksi vaksin secara global. Sadikin menilai, pandemi Covid-19 telah memberikan pelajaran penting bagi setiap negara agar tidak bergantung pada satu produsen vaksin saja.

ADVERTISEMENT

Ia juga menyoroti peran negara dalam mendukung transfer teknologi ke negara-negara berkembang. Budi mengambil contoh kolaborasi Biofarma dengan Senegal untuk mengembangkan kapasitas produksi vaksin di Afrika.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Indonesia untuk memperkuat kerja sama global dalam mengatasi tantangan kesehatan di masa mendatang. Budi mengatakan, kemitraan ini bertujuan untuk berbagi teknologi vaksin dengan Belahan Bumi Selatan sehingga lebih banyak nyawa dapat diselamatkan.

Perusahaan milik negara Indonesia, Biofarma, telah bermitra dengan Merck Sharp Dohme (MSD) untuk memproduksi vaksin HPV. Selain itu, katanya, Biofarma saat ini juga memproduksi vaksin polio yang didistribusikan ke 150 negara melalui program Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau UNICEF.

“Saya percaya kapasitas produksi vaksin tidak boleh terkonsentrasi hanya di negara-negara utara. Teknologi harus didistribusikan ke negara-negara selatan agar lebih banyak nyawa dapat diselamatkan. Pengetahuan ini harus dibagikan sebanyak mungkin kepada perusahaan lain,” tegas Budi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kini tengah berupaya menyederhanakan proses untuk mencapai tujuan penting, yaitu memastikan pasokan vaksin yang memadai di seluruh dunia guna mencegah risiko pandemi berikutnya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia