Jumat, 15 Mei 2026

Fenomena Alam Aneh di Kebumen, Viral

Penulis : Muharom Adi Yuliarta
14 Des 2024 | 10:08 WIB
BAGIKAN

KEBUMEN, investor.id - Peneliti Ahli Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Karangsambung, Kebumen Chusni Ansori menanggapi adanya fenomena alam yang terjadi di Telaga Blembeng Desa Watukelir Kecamatan Ayah yang mengalami kejadian aneh yakni air menyusut dan kering hingga terlihat dasar telaganya.

Fenomena tersebut belakangan ini viral di media sosial (medsos) dan tengah menjadi buah bibir bagi warga Kebumen dan sekitarnya.

Saat dihubungi melalui telepon, Chusni Ansori  menuturkan, jika fenomena itu terjadi karena adanya sinkhole atau lubang pembuangan. Sinkhole merupakan tanah ambles akibat drainase eksternal yang permukaannya rapuh kemudian runtuh.

ADVERTISEMENT

Setelah terbentuk sinkhole, air yang semula penuh mengisi telaga kemudian tersedot dan mengalir ke sungai bawah tanah. Hal itu lah yang menyebabkan air menjadi kering sehingga nampak dasar telaga.

“Sinkhole yang terbentuk di dasar telaga ini menyebabkan air telaga mengalir ke sungai bawah tanah dan telaga menjadi kering. Mengalir ke sungai bawah tanah, larinya ke mana ya harus ditelusuri,” kata Chusni saat dihubungi, Sabtu (14/12/2024).

Chusni menambahkan, sebelum peristiwa itu terjadi, biasanya telaga terbentuk dalam waktu yang lama. Awalnya, bukit-bukit karst membentuk lekukan besar sehingga bisa menampung air dan terbentuklah sebuah telaga.

“Itu lokasi telaganya kan di Desa Watukelir. Kemudian kalau kita lihat dari peta geologi yang ada, itu berada di kawasan karst Gombong Selatan yang ciri khasnya kita sebut sebagai Conical Hills,” lanjutnya.

Dirinya menyebut, pada bagian tengah bukit-bukit karst tersebut  terdapat lekukan yang disebut Dolin. Kemudian Dolin ini terisi oleh tanah-tanah terrarosa atau tanah merah hasil pelapukan batuan gamping yang ada di sekitarnya sehingga kemudian menutup dasar telaga.

"Nah pada saat sudah tertutup maka air akan tertampung sehingga terbentuk telaga,” sambungnya.

Adapun sinkhole yang terbentuk terjadi karena adanya dasar telaga yang mengalami erosi sehingga membentuk lubang hingga akhirnya semakin membesar.

“Di bawah telaga itu kan ada saluran air atau sungai-sungai bawah tanah yang berkembang terus. Bisa jadi bagian-bagian bawah telaga ada yang mengalami erosi, kan bawahnya gamping itu yang mudah larut. Akhirnya terbentuk lubang yang menyebabkan bocor,” pungkasnya.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 12 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 23 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 27 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia