Pemerataan Akses Pendidikan Kunci Utama Pemberdayaan Penyandang Disabilitas
JAKARTA, investor.id - Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat lebih dari 22 juta penyandang disabilitas di Indonesia. Untuk itu, kolaborasi berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk menciptakan akses pendidikan yang lebih merata bagi kelompok disabilitas.
"Pendidikan adalah kunci utama pemberdayaan. Melalui beasiswa ini, kami ingin memberikan kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk meraih potensi terbaik mereka," kata Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (11/1/2025).
Menurutnya, dengan meningkatkan akses mereka ke pendidikan berkualitas maka rantai kemiskinan dapat diputus, begitupula ketertinggalan yang kerap dialami kelompok disabilitas.
Diketahui, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meluncurkan Gerakan Cinta Disabilitas di Yayasan Rumah Qur’an Isyaroh (RQI), Bandung, Jawa Barat, Jumat (10/1/2025).
Gerakan ini turut diikuti dengan penyaluran Beasiswa Khusus Disabilitas kepada Yayasan Rumah Qur’an Isyaroh. Sebanyak 60 santri Rumah Qur'an Isyaroh turut berpartisipasi dalam acara, termasuk beberapa dari luar Bandung seperti Bogor.
Beasiswa tersebut merupakan bagian dari Program Beasiswa Kemitraan Pendidikan Khusus BAZNAS, yang bertujuan memperluas akses pendidikan bagi penyandang disabilitas, masyarakat di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar), dan komunitas adat.
"Bersama-sama BAZNAS seluruh Indonesia, dari Rumah Qur'an Isyaroh ini kami luncurkan Gerakan Cinta Disabilitas," ujar Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA.
Kiai Noor menegaskan, inisiatif ini merupakan wujud nyata perhatian dan keberpihakan BAZNAS terhadap kelompok disabilitas.
“Program ini juga merupakan bagian dari upaya mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045, di mana seluruh generasi bangsa Indonesia berhak memperoleh pendidikan yang sama dan berkualitas, termasuk kelompok penyandang disabilitas,” tambahnya.
Lebih lanjut Kiai Noor mengatakan, melalui Gerakan Cinta Disabilitas, kami berharap para penyandang disabilitas dapat mengakses pendidikan yang layak, termasuk pendidikan Al-Qur’an dengan bahasa isyarat dan dapat menjadi bagian dari perubahan besar yang membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih cerah.
Selain itu, lanjut Kiai Noor, BAZNAS juga berkomitmen meningkatkan fasilitas pendidikan bagi penyandang disabilitas, termasuk di Yayasan Rumah Qur'an Isyaroh.
"Program ini diharapkan dapat memperluas dampak positif bagi komunitas disabilitas di Indonesia, sejalan dengan misi BAZNAS untuk menciptakan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan," kata Kiai Noor.
Kiai Noor turut mengapresiasi dedikasi Yayasan Rumah Qur'an Isyaroh dalam mendidik santri penyandang disabilitas tuli. “Tidak mudah mendidik anak-anak tuna rungu sehingga mampu membaca Al-Qur'an dengan bahasa isyarat,” ucap Kiai Noor.
“Semoga melalui program ini menjadi berkah untuk kita semua. Dan Apa yang telah dilakukan Yayasan Rumah Qur'an Isyaroh merupakan bentuk jihad fisabilillah yang sesungguhnya. Kami akan terus mendampingi dan memberikan semangat bagi para santri dan pengajar,” lanjutnya.
Kiai Noor juga berharap, Gerakan Cinta Disabilitas ini dapat menjadi gerakan nasional yang menggugah kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap pendidikan kelompok maginal, termasuk kelompok penyandang disabilitas.
“Insya Allah, sekuat tenaga BAZNAS akan terus membersamai dan bersinergi dengan berbagai pihak untuk memastikan gerakan ini berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat yang luas,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Rumah Qur'an Isyaroh, Siti Umaya, mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan BAZNAS.
“Alhamdulillah, kami sangat terbantu dengan hadirnya program beasiswa ini. Selain membantu anak-anak kami belajar, program ini juga memberikan motivasi besar bagi kami untuk terus mendampingi mereka,” ujar Siti.
Siti berharap, program ini dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk lebih peduli terhadap pendidikan kelompok disabilitas.
“Semoga ikatan ini terus berkembang dan memberikan manfaat lebih luas bagi teman-teman disabilitas,” ucapnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan M.Si; Direktur Pendistribusian BAZNAS RI, Ahmad Fikri; Ketua BAZNAS Kota Bandung, Dr. Akhmad Roziqin, M.Ag.; Wakil Ketua 2 BAZNAS Kota Bandung, Irfan Farid Taufik, Lc., M.A., Ph.D; serta Wakil Ketua 4 BAZNAS Kota Bandung, Arif Ramdani, Lc., M.H.
Editor: Imam Suhartadi
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler





