Jumat, 15 Mei 2026

PERDOKJASI Fokuskan Pengembangan Kedokteran Asuransi di Indonesia

Penulis : Grace El Dora
21 Jan 2025 | 11:33 WIB
BAGIKAN
Rapat Kerja Perdana Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Pembiayaan Jaminan Sosial dan Perasuransian Indonesia (PERDOKJASI) pada Minggu (19/1/2025) di Gedung R. Soeharto PB IDI, Jakarta Pusat. (Foto: Istimewa)
Rapat Kerja Perdana Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Pembiayaan Jaminan Sosial dan Perasuransian Indonesia (PERDOKJASI) pada Minggu (19/1/2025) di Gedung R. Soeharto PB IDI, Jakarta Pusat. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, investor.id – Perhimpunan Dokter Pembiayaan Jaminan Sosial dan Perasuransian Indonesia (PERDOKJASI) menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan pengembangan ilmu kedokteran asuransi (insurance medicine) di Indonesia. Upaya ini dilakukan demi mendukung keberlanjutan sistem pembiayaan kesehatan nasional.

Ketua Pengurus Pusat PERDOKJASI Wawan Mulyawan menyatakan PERDOKJASI memiliki empat misi strategis untuk mewujudkan sinergi antara dunia medis dan sistem pembiayaan kesehatan.

“Kami berupaya menjembatani kebutuhan medis dengan keberlanjutan sistem pembiayaan kesehatan yang berorientasi pada kepentingan pasien. Hal ini mencakup pengembangan keilmuan kedokteran asuransi, advokasi kebijakan berbasis bukti, penyusunan standar praktik terbaik, dan perlindungan profesionalisme dokter,” jelas Wawan Mulyawan saat menyampaikan sambutan dalam Rapat Kerja Perdana PERDOKJASI pada Minggu (19/1/2025) di Gedung R. Soeharto PB IDI, Jakarta Pusat.

ADVERTISEMENT
PERDOKJASI Fokuskan Pengembangan Kedokteran Asuransi di Indonesia
Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Pembiayaan Jaminan Sosial dan Perasuransian Indonesia (PERDOKJASI) Wawan Mulyawan menyampaikan sambutan dalam Rapat Kerja Perdana PERDOKJASI pada Minggu (19/1/2025) di Gedung R. Soeharto PB IDI, Jakarta Pusat. (Foto: Istimewa)

Salah satu fokus penting yang dibahas adalah pengembangan program pendidikan formal di bidang kedokteran asuransi. Ketua Dewan Pakar PERDOKJASI Herkutanto dalam kuliah pakarnya menggarisbawahi Indonesia memiliki peluang besar untuk mencetak tenaga profesional di bidang ini.

“Ilmu kedokteran asuransi telah berkembang selama 25 tahun terakhir di berbagai negara, namun di Indonesia masih belum ada pendidikan formal. Potensi ini perlu segera dioptimalkan,” tuturnya. Selain itu, diskusi panel yang dipimpin Ketua Dewan Pengawas PERDOKJASI Misbahul Munir membahas isu terkini pembiayaan jaminan sosial dan perasuransian.

Andi Afdal Abdullah selaku Direktur SDM dan Umum BPJS Kesehatan memaparkan pentingnya jaminan sosial sebagai amanat konstitusi yang menjadi salah satu pilar kesejahteraan dan perekonomian bangsa.

“Hingga 2024, sebanyak 98,42% penduduk Indonesia telah terdaftar sebagai peserta JKN, dengan rata-rata 1,92 juta peserta memanfaatkan layanan setiap harinya. Ini merupakan capaian besar, namun perlu diiringi dengan peningkatan kualitas layanan,” ujar Andi.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 8 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia