Jumat, 15 Mei 2026

Menkes Sebut AS Keluar dari WHO Tak Banyak Berdampak ke Pendanaan Indonesia

Penulis : Grace El Dora
22 Jan 2025 | 14:37 WIB
BAGIKAN
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (Foto: ANTARA/Mecca Yumna)
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (Foto: ANTARA/Mecca Yumna)

JAKARTA, investor.id – Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan keluarnya Amerika Serikat (AS) dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) jelas berdampak pada pendanaan bagi WHO. Namun keluarnya AS dari WHO tak banyak berdampak ke pendanaan bagi Indonesia.

"Kita nggak terlalu banyak dapat dari WHO. Tapi WHO pasti ada (terdampak)," ujar Menkes Budi seperti dikutip Antara, Rabu (22/1/2025).

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump yang kembali menjabat untuk periode 2025-2029 membeberkan sejumlah rencana kebijakannya. Ia akan menarik AS dari WHO, keluar dari Perjanjian Iklim Paris, serta hanya akan mengakui dua jenis kelamin yakni pria dan wanita.

ADVERTISEMENT

Adapun badan kesehatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tersebut pada Selasa (21/1/2025) menyatakan penyesalannya atas keputusan penarikan AS dari WHO.

"WHO memainkan peran penting dalam melindungi kesehatan dan keamanan masyarakat dunia, termasuk rakyat Amerika, dengan menangani akar penyebab penyakit, membangun sistem kesehatan yang lebih kuat, serta mendeteksi, mencegah, dan merespons keadaan darurat kesehatan, termasuk wabah penyakit, yang sering kali muncul di tempat berbahaya dan tidak dapat dijangkau pihak lain," tutur juru bicara WHO Tarik Jasarevic dalam sebuah pengarahan PBB di Jenewa, Swiss.

Jasarevic mengingatkan AS adalah anggota pendiri WHO pada 1948. Selama lebih dari tujuh dekade, jelas dia, WHO dan AS telah menyelamatkan banyak nyawa dan melindungi rakyat Amerika serta seluruh dunia dari ancaman kesehatan. “Bersama-sama, kita telah mengakhiri cacar, dan bersama-sama kita hampir memberantas polio,” imbuhnya.

Menurut Jasarevic, AS menyumbang 18% anggaran WHO pada 2023 dan merupakan donor tunggal terbesar.

“Kita harus melihat bagaimana situasi ini akan berkembang dan apa konsekuensinya,” tambahnya.

Pihaknya pun berharap AS akan mempertimbangkan kembali keputusan tersebut. WHO pun menantikan dialog yang konstruktif guna mempertahankan kemitraan antara AS dan WHO demi kepentingan kesehatan dan kesejahteraan jutaan masyarakat global.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 26 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 30 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia