Jumat, 15 Mei 2026

Mendiktisaintek Satryo Rapat Tertutup dengan Komisi X Usai Kisruh ASN

Penulis : Theressia Silalahi
23 Jan 2025 | 16:43 WIB
BAGIKAN
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro saat menghadiri rapat kerja (raker) yang digelar secara tertutup oleh Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (23/1/2025). (Foto: ANTARA/Tri Meilani Ameliya)
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro saat menghadiri rapat kerja (raker) yang digelar secara tertutup oleh Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (23/1/2025). (Foto: ANTARA/Tri Meilani Ameliya)

JAKARTA, investor.id – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro melakukan rapat tertutup dengan Komisi X, usai kisruh Aparatur Sipil Negara (ASN). Rapat tersebut dilakukan secara tertutup dan dimulai pukul 14:00 WIB pada Kamis (23/1/2025).

Wakil Ketua Komisi X Lalu Hadrian menerangkan, rapat tersebut membahas program Kemendiktisaintek yang akan diprioritaskan.

“Terutama program-program dari Kemendiktisaintek dan itu juga kita bahas sekolah unggulan sekolah Garuda yang Bapak Prabowo menjadikan itu sebagai prioritas di pendidikan hari ini,” ujar Lalu, Kamis.

ADVERTISEMENT

Pembahasan selanjutnya adalah soal kisruh antara ASN Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dengan Satryo. Sebelumnya sejumlah pegawai ASN di kementerian tersebut melakukan unjuk rasa di depan Gedung D Kemendiktisaintek pada Senin (20/1/2025).

Lalu juga mengatakan, rapat tersebut membahas kisruh antara ASN kementerian dengan Satryo.

“Tentu kami berharap sebenarnya persoalan itu sudah selesai, kemudian konflik-konflik internal tidak harus dilanjutkan agar semua teman-teman di Kemdikti fokus bekerja fokus melaksanakan program-program yang menjadi prioritas baik jangka pendek, jangka pendek, maupun jangka panjang,” tambahnya.

Ia menambahkan, banyak permasalahan lain yang perlu dibahas yaitu terkait sekolah unggulan, tunjangan kinerja (Tukin), dan program unggulan lainnya.

“Banyak yang mau dibicarakan ini di Kemdikti. Ada Sekolah Unggulan, kemudian Tukin. Tukin ini sudah menjadi isu yang setiap hari kami di anggota Komisi X itu selalu ditanya. Nah sekarang kan pemerintah sudah menganggarkan Rp 2,5 triliun, nah skemannya seperti apa, pembayarannya, ya itu yang akan kami bahas,” pungkasnya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia