Jumat, 15 Mei 2026

Viral Rupiah Jadi Rp 8 Ribu di Google, Pengamat Sebut Hanya Eror

Penulis : Monique Handa Shafira
1 Feb 2025 | 20:03 WIB
BAGIKAN
Patung-patung dengan komputer dan telepon pintar terlihat di depan logo Google dalam ilustrasi ini yang diambil pada 19 Februari 2024. (Foto: Reuters)
Patung-patung dengan komputer dan telepon pintar terlihat di depan logo Google dalam ilustrasi ini yang diambil pada 19 Februari 2024. (Foto: Reuters)

JAKARTA, investor.id – Mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mendadak berubah jadi Rp 8 ribu di mesin pencari (search engine) Google pada Sabtu (1/2/2025) sore. Terkait rupiah tiba-tiba berada di angka Rp 8.170,65 per US$ 1, pengamat menyebut hal ini hanya eror.

Founder WH Project William Hartanto mengatakan, nilai mata uang rupiah yang tertera di Google hari ini hanya kesalahan teknis atau eror semata. Kemungkinan ada hubungannya dengan data-data saham di AS juga mengalami penurunan.

“Itu kemungkinan eror. Kabarnya data saham-saham US di Google juga pada turun,” ucap William kepada B-Universe di Jakarta, Sabtu (1/2/2025).

ADVERTISEMENT

William meyakini kondisi rupiah yang beredar tersebut hanya kesalahan teknis. Merujuk data Investing.com yang dipantaunya, mata uang rupiah terhadap USD berada di level Rp 16.295 per Jumat (31/1/2025).

Menurutnya, saat ini rupiah sulit mengalami penguatan dalam waktu dekat. Pelaku pasar masih khawatir dengan pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, kata William, yang mengancam negara-negara anggota BRICS dengan tarif impor.

Pada Senin (6/1/2025) pemerintah Brasil mengumumkan Indonesia resmi menjadi anggota BRICS. Kelompok ekonomi ini dibentuk pada 2006 oleh Brasil, Rusia, India, dan China yang kemudian diperluas dengan bergabungnya Afrika Selatan pada 2010.

Dengan keanggotaan Indonesia, BRICS kini mencakup kekuatan besar dunia serta negara-negara yang berpengaruh di benua masing-masing. Total populasi dari negara anggotanya kini mencapai sekitar 3,5 miliar jiwa atau 45% dari populasi dunia, juga merupakan ekonomi setara gabungan 28% dari ekonomi global.

“Agak sulit untuk rupiah menguat dalam waktu dekat, masih ada kekhawatiran pasar dengan Trump mengancam negara BRICS. Ini membuat minat terhadap USD naik lagi,” tandasnya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 4 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 43 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 47 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 3 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia