Jumat, 15 Mei 2026

Sisir Anggaran, Dedi Mulyadi Temukan Belanja Aneh di Provinsi Jawa Barat

Penulis : Celvin M. Sipahutar
20 Feb 2025 | 16:38 WIB
BAGIKAN
Gubernur Jawa Barat terpilih Dedi Mulyadi usai menjalani tes kesehatan di Kementerian Dalam Negeri, Minggu (16/2/2025)
Gubernur Jawa Barat terpilih Dedi Mulyadi usai menjalani tes kesehatan di Kementerian Dalam Negeri, Minggu (16/2/2025)

JAKARTA, investor.id - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi mengaku mendapatkan temuan aneh saat menyisir alokasi anggaran di Pemerintah Provinsi Jabar. Temuan tersebut berkaitan dengan anggaran belanja daerah yang tak bermanfaat dan tak masuk akal.

Dedi mencontohkan, sejumlah anggaran di Jabar sebelumnya banyak dialokasikan untuk kegiatan yang terbukti tak memberikan manfaat untuk rakyat. Misalnya, anggaran studi banding dan kunjungan kerja yang justru dimanfaatkan oknum pegawai untuk bersenang-senang.

"Yang biasa piknik dengan berbau studi banding, enggak usah. Yang biasa seminar-seminar, enggak usah. Kegiatan seperti itu berpuluh-puluh tahun tidak menghasilkan apa pun, kecuali spj (pegawai)," ujar Dedi setelah pelantikan kepala daerah di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (20/2/2025).

ADVERTISEMENT

Dedi menambahkan, dirinya kerap menemui alokasi belanja daerah yang tak masuk akal di Jawa Barat. Mantan Bupati Purwakarta itu mencontohkan ada anggaran belanja alat telekomunikasi sekolah sebesar Rp 730 miliar yang tak masuk akal.

"Misalnya gini, bantuan untuk membangun ruang kelas baru Rp 60 miliar, tapi beli alat komunikasi, telekomunikasi sekolah Rp 730 miliar. Itu kan aneh gitu. Kelasnya belum ada, perangkat digitalnya disiapin," ucap Dedi. 

Sebagai tindak lanjut penyisiran anggaran tersebut, Dedi mengaku telah mengalihkan belanja yang tidak esensial menjadi belanja yang lebih bermanfaat bagi masyarakat Jawa Barat. Hal ini, katanya, juga merupakan dukungan Jabar terhadap kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.

Sejauh ini, Dedi mengaku bersama tim transisi Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah merelokasi belanja daerah senilai Rp 5,5 triliun untuk program-program yang berdampak langsung kepada rakyat. Menurutnya, angka ini berpotensi lebih besar seiring penyisiran anggaran yang terus dilakukan.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia