Jumat, 15 Mei 2026

Cek Instalasi Listrik Cegah Kebakaran Rumah Saat Mudik Lebaran

Penulis : Grace El Dora
25 Mar 2025 | 10:10 WIB
BAGIKAN
Petugas saat memadamkan api yang membakar puluhan kios di Pasar Poncol, Jakarta Pusat, Selasa (18/3/2025). (Foto: ANTARA/ HO-Gulkarmat Jakpus)
Petugas saat memadamkan api yang membakar puluhan kios di Pasar Poncol, Jakarta Pusat, Selasa (18/3/2025). (Foto: ANTARA/ HO-Gulkarmat Jakpus)

JAKARTA, investor.id – Pastikan Anda telah menyelesaikan cek instalasi listrik untuk mencegah rumah kebakaran saat pergi mudik Lebaran. Memeriksa semua instalasi listrik dan memastikannya dalam kondisi baik dapat menjadi salah satu upaya mencegah risiko rumah mengalami kebakaran akibat arus pendek listrik (korsleting) saat ditinggal mudik Lebaran 2025.

"Cek panel listrik dan pastikan tidak ada kabel yang terkelupas atau komponen yang berisiko menyebabkan korsleting," tutur President Director Indonesia & Timor-Leste Schneider Electric Martin Setiawan di Jakarta, Selasa (25/3/2025).

Data Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta pada 2024 memperlihatkan sekitar 61,12% dari total kasus kebakaran disebabkan oleh arus pendek listrik.

ADVERTISEMENT

Fakta ini menunjukkan pentingnya memastikan keamanan listrik di rumah, terutama saat ditinggalkan dalam waktu lama seperti saat mudik Lebaran. Karena itu, Martin menyarankan masyarakat termasuk di Jakarta memastikan cek instalasi listrik dalam kondisi baik.

Martin menerangkan, Miniature Circuit Breaker (MCB) dan Residual Current Circuit Breaker (RCCB) merupakan alat listrik sebagai pembatas dan pengaman arus listrik yang sudah memenuhi standar Standar Nasional Indonesia (SNI). Kedua alat ini dapat menjadi solusi untuk melindungi sirkuit listrik.

Ia melanjutkan, MCB (anti korsleting) akan langsung memutus listrik saat ada korsleting atau kelebihan daya. Sedangkan RCCB (anti setrum) menyelamatkan dari sengatan listrik dengan memutus aliran listrik saat terjadi kebocoran arus.

"Dengan demikian, risiko kebakaran dan sengatan listrik dapat diminimalkan," imbuhnya.

Selain itu, upaya lain yang bisa dilakukan untuk mencegah kebakaran akibat korsleting yakni mencabut peralatan elektronik yang tidak digunakan. Perangkat seperti televisi, komputer, pengisi ulang baterai, dan microwave sebaiknya dicabut dari stop kontak untuk mencegah arus pendek listrik dan menghemat daya.

Di sisi lain, penting juga memastikan kompor dalam keadaan mati dan regulator gas dalam kondisi baik. Ini karena kompor gas adalah salah satu sumber utama kebakaran di rumah.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 54 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 56 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia