Jumat, 15 Mei 2026

Indonesia akan Tambah Impor dari AS untuk Tangkal Dampak Tarif Trump

Penulis : Arnoldus Kristianus
7 Apr 2025 | 16:00 WIB
BAGIKAN
Seorang pekerja berada di atas peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (10/11/2023). (Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc)
Seorang pekerja berada di atas peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (10/11/2023). (Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc)

JAKARTA, investor.id – Indonesia akan menambah impor dari Amerika Serikat (AS) untuk menangkal dampak tarif Trump. Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump pada Rabu (2/4/2025) telah menerapkan kenaikan tarif bea masuk atas barang dari Indonesia sebesar 32%.

Guna mengantisipasi kebijakan yang disebut Trump sebagai tarif resiprokal tersebut, langkah peningkatan jumlah impor beberapa komoditas dari AS menjadi salah satu solulsi yang dilakukan pemerintah. Ini juga merupakan bagian dari negosiasi yang dilakukan Indonesia terhadap kebijakan tarif AS.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan peningkatan impor AS ini merupakan instruksi dari Presiden Prabowo Subianto. Dengan adanya peningkatan impor, kata dia, rentang defisit perdagangan AS terhadap Indonesia akan berkurang.

ADVERTISEMENT

“Bagaimana delta dari impor dan ekspor Indonesia yang bisa sampai US$ 18 miliar diisi dengan produk-produk yang kita impor termasuk gandum, kapas, bahkan migas,” beber Airlangga dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Senin (7/4/2025).

Dia menerangkan, negosiasi pemerintah Indonesia berupaya meningkatkan impor untuk komoditas yang selama ini menjadi 10 besar impor dari AS. Kebijakan ini bagian dari non-tariff measures (NTM) untuk mengantisipasi kebijakan tarif resiprokal AS.

“Contohnya ekspor kita ‘kan sepatu, tetapi ‘kan kita tahu bahwa komponen yang Amerika butuhkan itu tidak diberlakukan. Contohnya semikonduktor, kemudian furnitur produk daripada kayu, kemudian juga copper and gold itu juga tidak ada,” jelas Airlangga.

Sebelumnya, Trump mengumumkan akan memberlakukan tarif dasar sebesar 10% untuk semua impor ke negara AS. Ia kemudian menerapkan tarif yang lebih tinggi untuk sejumlah negara mitra dagang, termasuk Indonesia.

Adapun kebijakan tarif balasan ini diberlakukan sebesar 34% untuk China dan 20% untuk Uni Eropa (UE), sebagai respons terhadap bea masuk yang diberlakukan pada produk-produk AS. Sedangkan untuk Indonesia sebesar 32% dan tarif tertinggi terlihat akan diberlakukan kepada Vietnam sebesar 46%.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 9 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 13 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 51 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 55 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia