Kamis, 14 Mei 2026

Indonesia Siap Raup Potensi Relokasi Industri di Tengah Perang Dagang

Penulis : Bambang Ismoyo
26 Apr 2025 | 15:24 WIB
BAGIKAN
Tangkapan layar - Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers terkait perkembangan Lanjutan Negosiasi Dagang Indonesia-Amerika Serikat, Jumat (25/5/2025). (Foto: B-Universe/ Bambang Ismoyo)
Tangkapan layar - Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers terkait perkembangan Lanjutan Negosiasi Dagang Indonesia-Amerika Serikat, Jumat (25/5/2025). (Foto: B-Universe/ Bambang Ismoyo)

JAKARTA, investor.id – Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memastikan Indonesia siap menghadapi potensi adanya realokasi industri dari sejumlah negara, termasuk China. Fenomena ini acap kali terjadi di tengah adanya perang dagang, kali ini antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, bercermin dari adanya perang dagang yang pernah terjadi beberapa waktu sebelumnya, cukup banyak industri yang melakukan realokasi pabriknya ke Tanah Air.

"Namun kita belajar dari trade war jilid satu antara China dan Amerika ada beberapa industri yang relokasi ke Indonesia," tutur Airlangga dalam konferensi pers secara daring, Jumat (25/4/2025). Ia melanjutkan, adanya potensi dan momentum tersebut mendorong pemerintah menyiapkan kawasan industri terpadu di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batang, Jawa Tengah.

ADVERTISEMENT

Diketahui, pemerintah saat ini melakukan pengembangan KEK yang disebut memiliki peran krusial dalam menarik investasi dan meningkatkan daya saing industri nasional.

Menyusul sejumlah KEK yang terdapat di Indonesia, Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) juga menjadi kawasan yang ditetapkan sebagai KEK dengan nama KEK Industropolis Batang.

Beroperasi di lahan seluas 2.887 hektare (Ha), KEK Industropolis Batang didesain sebagai kawasan industri modern yang memiliki ekosistem terintegrasi, mulai dari industri manufaktur, logistik, hingga zona komersial dan residensial.

Terkait dengan penyiapan infrastruktur, KEK Industropolis Batang ini telah dilengkapi infrastruktur yang terintegrasi dengan kawasan, diantaranya Jalan Kawasan, Simpang Susun Akses Jalan Tol, Penyediaan Air Baku, Instalasi Pengolahan Air, Instalasi Pengolahan Air Limbah, Reservoir Air Baku, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu, Instalasi Gas, Listrik, Akses Jetty, 10 Tower Rumah Susun, serta 64 Unit Bangunan Pabrik Siap Pakai.

Dengan adanya penetapan menjadi KEK, pemerintah akan menyediakan berbagai insentif fiskal dan non-fiskal bagi pelaku usaha, termasuk pembebasan pajak tertentu serta kemudahan perizinan. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya tarik KEK Industropolis Batang sebagai destinasi utama investasi.

"Tentu momentum ini yang terus didorong oleh Indonesia salah satunya juga kemarin dalam pengembangan special economic zone di kawasan Batang, Jawa Tengah," tandasnya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 60 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia