Jumat, 15 Mei 2026

E-Craft untuk Akselerasi UMKM Daerah ke Pasar Global

Penulis : M. Awaludin
10 Mei 2025 | 20:01 WIB
BAGIKAN
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf) Irene Umar. (Foto: B-Universe/ M. Awaludin)
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf) Irene Umar. (Foto: B-Universe/ M. Awaludin)

Proses ekspor memang tidak selalu mudah. Selain kerumitan birokrasi, kapasitas produksi dan kualitas produk menjadi faktor penentu keberhasilan di pasar global. Wamen Irene menekankan pendekatan bertahap, di mana UMKM memperkuat posisinya di pasar nasional terlebih dahulu sebelum melangkah ke pasar internasional.

"Tapi proses eksplor itu cukup ribet. Kedua juga, bukan hanya ribet saja, kedua juga kita lihat kapasitas produksinya dari kita. Karena ini berhubungan dengan monster model juga. Dan juga hotelnya sudah ada. Apakah yakin produksinya itu bisa kualitasnya dipertahankan? Jadi kita step-by-step supaya dari yang kita pertahankan dulu di daerah nasional, kemudian kita ke internasional. Itu step-by-step-nya harus diperhatikan sih," jelasnya.

Kabar baiknya, Kemenparekraf tidak hanya berbicara, tetapi juga bertindak nyata dalam mendukung digitalisasi UMKM. Bekerja sama dengan sebuah perusahaan di Yogyakarta yang memiliki founder dengan visi serupa, Kemenparekraf tengah membangun platform digital bernama Ekrapan.

ADVERTISEMENT

"Kalau yang Jogja itu, itu satu perusahaan di Jogja, yang sebenarnya ini di Jakarta sih, di daerah nasional kan? Cuma founder-nya masukkan dengan slow limit, jadi ke Jogja. Dan mereka support kita untuk membangun sebuah platform digital, namanya Ekrapan. Dan kita budget-nya rendah toh. Jadi efisien sih, ataupun tidak ada efisien sih. Kita tidak boleh melangkau. Jika melangkah, kita akan maju terus. Ini kan banyak nih kan, kayak trainer yang memiliki kompetensi," ungkap Wamen Irene.

Platform Ekrapan diharapkan menjadi solusi efisien bagi UMKM untuk memperluas jangkauan pasar mereka tanpa biaya yang memberatkan. Selain itu, platform ini juga berpotensi menjadi wadah bagi para trainer atau mentor untuk berbagi pengetahuan dan meningkatkan kompetensi para pelaku ekonomi kreatif.

Semangat untuk memajukan UMKM daerah juga dirasakan langsung oleh para pelaku usaha di Lombok. Founder Lombok Womenpreneur Club (LWC), Indah Purwanti, menyambut baik kedatangan Wamen Irene dan berbagai program yang ditawarkan oleh Kemenparekraf.

"Hari ini senang banget ya, besar kedatangan Ibu Wakil Menteri, Ibu Irene. Luar biasa, kesediaan beliau untuk hadir. Dan ternyata banyak banget program dari Kemenparekraf, terutama untuk UMKM dan Pejuang E-craft. Nah dari sini, tadi banyak info dan fasilitas yang kita dapat. Tadi ada untuk rumahan, ada BPJS untuk Pejuang E-craft. Jadi banyak banget fasilitas yang diberikan. Dan waktunya UMKM ini untuk mengakses informasi itu. Nah ini sebenarnya kenapa pertemuan ini dilakukan? Karena untuk peluang belanja masalah dari para pelaku. Dan kita pun punya banyak info dan input dari kementerian," kata Indah.

Indah berharap agar para anggota LWC dan UMKM di Lombok pada umumnya dapat memanfaatkan berbagai fasilitas yang disediakan oleh Kemenparekraf. Dukungan seperti pembinaan dan fasilitasi jaringan (networking) dinilai sangat penting untuk pertumbuhan usaha.

"Harapannya semoga di LWC ya, terutama di anggota lembaga pemerintah. Dan UMKM pada umumnya bisa memanfaatkan segala fasilitas yang ada dari Kementerian E-craft. Dan tentunya kita bisa semakin semangat. Selain kita dibina, kita difasilitasi networking itu penting ya. Tadi beberapa pertemuan dengan Bu Irene di belakang juga. Insya Allah kita akan dikoneksikan dengan beberapa stakeholder dan jejaringnya Kemenparekraf," pungkasnya.

Inisiatif e-craft dan dukungan konkret dari Kemenparekraf memberikan harapan baru bagi perkembangan UMKM di seluruh Indonesia. Dengan adanya platform digital yang terintegrasi, potensi produk kreatif daerah seperti Lombok dapat lebih dikenal dan diakses oleh pasar yang lebih luas. Fokus pada kualitas, kapasitas produksi, dan perluasan pasar secara bertahap menjadi kunci untuk membawa UMKM Indonesia naik kelas dan berdaya saing global.

Ia berharap sinergi antara pemerintah, pelaku UMKM, dan berbagai stakeholder akan menjadi penentu keberhasilan e-craft dalam mewujudkan visinya: menjadikan Indonesia sebagai pusat produk kreatif dunia, yang tidak hanya terpusat di kota-kota besar, tetapi juga merata di seluruh penjuru negeri. Dengan e-craft, "tak kenal maka tak sayang" akan menjadi pemicu bagi kecintaan masyarakat terhadap produk-produk kebanggaan Indonesia.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Macroeconomy 26 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 58 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 1 jam yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia