E-Craft untuk Akselerasi UMKM Daerah ke Pasar Global
MATARAM, investor.id – Indonesia memiliki kekayaan produk kreatif yang luar biasa, tersebar dari Sabang hingga Merauke. Namun, potensi ini seringkali belum terpetakan dan terhubung secara optimal. Wakil Menteri (Wamen) Ekonomi Kreatif Irene Umar menekankan pentingnya platform digital e-craft sebagai langkah strategis untuk akselerasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ke pasar global dengan menyatukan database produk kreatif Indonesia, melampaui citra Bali dan Jakarta.
"Tantangan e-craft ke depan ini, bagaimana kita bisa mempersatukan barista, mempersatukan sebuah database, supaya orang-orang tahu Indonesia itu adanya apa sih. Indonesia itu bukan cuma Bali, bukan cuma Jakarta, ada juga loh Lombok yang sangat luar biasa ini," ujar Wamen Irene, Sabtu (10/5/2025).
Pernyataan tersebut menggarisbawahi visi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk mengangkat potensi daerah-daerah lain yang memiliki keunikan dan kualitas produk tak kalah saing. Lombok, dengan kekayaan alam dan budayanya, menjadi salah satu contoh konkret yang ingin lebih dikenal oleh pasar nasional maupun internasional.
Lebih lanjut, Wamen Irene menjelaskan inisiatif e-craft bukan hanya sekadar platform jual beli daring. Lebih dari itu, e-craft diharapkan menjadi pusat data terintegrasi yang memudahkan konsumen, baik domestik maupun mancanegara, untuk menemukan beragam produk unggulan dari seluruh pelosok negeri.
"Maka dari itu juga dengan cepat kita mengadakan e-craft ke depan, itu adalah salah satu step satu dari e-craft ke depan, supaya database-nya bisa tertumpu. Kalau ada orang yang banyak di Lombok, mau belanja apa? Nih banyak loh, mau ngapain nih? Mau belanja makanan, mau belanja yang namanya penonton dunia, dan sejarahnya, kemudian mau cari tour guide-nya, ada yang bisa membantu," jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wamen Irene juga menyoroti dua jenjang penting bagi perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Pertama, adalah bagaimana UMKM dapat membangun usaha yang berkelanjutan (sustainable). Kedua, adalah bagaimana UMKM dapat memperluas jangkauan pasar mereka, mulai dari pasar nasional yang sangat besar hingga menembus pasar internasional.
"UKM itu, baiknya UKM ataupun bukannya UKM, itu ada dua jenis kan. Satu, jenjangnya adalah kita mulai dulu nih usahanya, supaya sustainable, kemudian kedua adalah ke pasar nasional. Di Indonesia itu pasarnya sangat besar. Ketiga adalah ke pasar internasional," paparnya.
Kemenparekraf menyadari betul bahwa potensi pasar internasional sangat menjanjikan. Oleh karena itu, pemerintah berupaya memfasilitasi UMKM yang produknya memiliki daya saing global. Salah satu langkah konkret adalah keikutsertaan Indonesia dalam Osaka World Expo di Jepang.
"Kita ngelihat cocoknya apakah barangnya yang cocok itu nasional atau internasional. Kenapa? Ada nggak sih programnya? Waktu itu kita main datanya, ini ya datanya ya. Mendata dengan kurasi produk-produk yang kita bawa ke Osaka World Expo. Indonesia sekarang berpartisipasi di Osaka World Expo yang di Jepang untuk memperlihatkan, memerkenalkan kepada dunia, Indonesia itu ada apa," ungkap Wamen Irene.
Partisipasi dalam pameran internasional seperti Osaka World Expo bukan hanya tentang memamerkan produk. Lebih dari itu, Kemenparekraf juga menyoroti pentingnya kualitas dan kapasitas produksi UMKM. Jangan sampai, ketika permintaan pasar meningkat, pelaku usaha tidak mampu memenuhinya.
"Lalu itu yang perlu kita perhatikan, bukan hanya UKM-nya ada atau nggak, tapi dari segi kualitas. Dari segi apakah sanggup untuk memproduksi barang sebesar ini, kapasitas produksinya, supaya kalau termasuk itu bisa kita fulfill. Karena pernah beberapa kali di mana orang pembelinya sudah ada, wah ini nggak bisa kita fulfill. Jadi untuk eksplor teman-teman harus begitu. Kita bikinnya enak ya, wah eksplor nih barang saya udah ada di luar negara," tegasnya.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi
Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas AntamDPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah
Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.Ujian Berat bagi Saham BUMI
Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Tag Terpopuler
Terpopuler

