Jumat, 15 Mei 2026

Kebijakan Tarif Trump Ancam Produktivitas Susu Sapi Lokal

Penulis : Zulkiflie
19 Mei 2025 | 14:03 WIB
BAGIKAN
Peternakan Sapi Susu di KUD Argopuro Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, (Foto: Zulkiflie)
Peternakan Sapi Susu di KUD Argopuro Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, (Foto: Zulkiflie)

PROBOLINGGO, investor.id – Kebijakan terbaru dari mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai menunjukkan efek domino hingga ke sektor peternakan di Indonesia. ‎Salah satu dampak paling nyata terlihat pada kenaikan harga bahan baku pakan ternak, terutama Distillers Dried Grains with Solubles atau DDGS yang merupakan produk impor dari Amerika.

‎Kenaikan harga DDGS kini mulai dirasakan oleh Koperasi Unit Desa (KUD) Argopuro di Dusun Timur, Desa Krucil, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo. ‎Suloso, pengelola KUD Argopuro, mengatakan harga DDGS yang sebelumnya hanya Rp 5.000 per kilogram kini melonjak naik menjadi Rp 7.000 per kilogram. Kenaikan telah terjadi sebanyak tiga kali dalam dua bulan terakhir.

‎Baca juga: Demi Pertumbuhan Ekonomi, BI Harus Segera Turunkan  Suku Bunga Acuan

“Bahan baku pakan ternak memang banyak yang diimpor, salah satunya DDGS. Kenaikannya luar biasa, terutama dari Amerika,” jelasnya, Senin (19/05/2025).

ADVERTISEMENT

‎Sebagai informasi, KUD Argopuro membutuhkan sekitar 600 ton pakan setiap bulannya, di mana 20% di antaranya merupakan DDGS. Dengan naiknya harga pakan, otomatis biaya produksi susu menjadi lebih tinggi. ‎Meski demikian, sejauh ini dampak terhadap ekspor atau penjualan susu belum terlalu terasa karena KUD Argopuro telah bekerja sama dengan industri pengolahan susu segar, salah satunya PT Nestlé.

‎Baca juga: Pakar UGM Sebut Nikel Jadi Senjata Tawar Ekspor Indonesia di Tengah Tarif Trump

‎"Sampai saat ini belum ada pembatasan kuota. Berapa pun yang kita produksi, masih tetap diterima," imbuhnya.

‎Namun, kondisi ini memaksa koperasi untuk melakukan efisiensi dengan memangkas biaya-biaya yang tidak terlalu penting. Langkah ini dilakukan demi menyiasati kenaikan harga bahan baku pakan, yang dikhawatirkan nantinya akan mulai membebani peternak.

‎“Kalau kita sudah tidak mampu menyiasati harga, tentu kita akan evaluasi. Karena ini koperasi milik bersama, harus kita pikirkan bersama pula,” tegasnya.

‎Baca juga: Tarif Trump Bagian dari Strategi Besar yang Sangat Mahal

‎KUD Argopuro sendiri saat ini menaungi sekitar 5.300 peternak dengan kapasitas produksi susu segar mencapai 27.000 liter per hari. Dari volume tersebut, omzet bulanan dari penjualan susu segar bisa mencapai Rp 6,5 miliar.

‎Mereka berharap pemerintah, khususnya Kementerian Perdagangan, bisa segera mungkin turun tangan dengan membuat kebijakan yang berpihak pada peternak. ‎ “Mungkin bisa intervensi harga bahan baku pakan ternak. Kami berharap pemerintah tidak menutup mata terhadap nasib peternak rakyat,” tandasnya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia