Jumat, 15 Mei 2026

Dirut Pertamina Buka Dampak Ketidakpastian Ekonomi Global ke Bisnis

Penulis : Bambang Ismoyo
23 Mei 2025 | 10:44 WIB
BAGIKAN
Direktur utama (Dirut) PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri. (Foto: IST)
Direktur utama (Dirut) PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri. (Foto: IST)

JAKARTA, investor.id – Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina Simon Aloysius Mantiri membeberkan sejumlah dampak ketidakpastian perekonomian global yang dirasakan oleh bisnis industri minyak dan gas (migas). Adapun fenomena tersebut telah terjadi sejak tahun sebelumnya, ditambah lagi saat ini terdapat perang dagang yang dipicu kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS) terhadap sejumlah negara mitra dagangnya.

Simon mengungkapkan, dampak pertama yang cukup dirasakan adalah turunnya harga minyak mentah dunia yang tentunya sangat dirasakan oleh Pertamina. Hal ini disebabkan sejumlah faktor, kata Simon.

Faktor utama berasal dari sentimen pengumuman kebijakan tarif yang diberlakukan Trump untuk negara-negara pengimpornya, jelas Simon, yang membuat para pelaku pasar masih memantau tensi perdagangan dunia. Faktor lainnya adalah dorongan sentimen negatif dari peningkatan produksi minyak oleh sejumlah negara.

ADVERTISEMENT

Rata-rata harga minyak dunia saat ini jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya, terlihat cukup berjarak, dari rata-rata yang sebelumnya US$ 75 per barel menjadi US$ 65 per barel saat ini.

"Hal ini antara lain disebabkan oleh adanya kondisi oversupply kapasitas dikarenakan banyak kilang baru yang juga membuat selisih harga minyak mentah dan produk kilang," ungkap Simon dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR-RI di Jakarta, dikutip Jumat (23/5/2025).

Dirinya melanjutkan, dampak lain dari adanya ketidakpastian perekonomian global adalah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Diketahui, rupiah saat ini terus mengalami tren pelemahan dan sempat menembus Rp 16.500 per dolar AS.

Hal ini tentunya memberikan dampak yang cukup signifikan, mengingat transaksi belanja perseroan menggunakan dolar AS. Diketahui, Pertamina hingga saat ini masih melakukan impor sejumlah komoditas migas untuk memenuhi kebutuhan nasional. "Di saat yang sama, adanya pelemahan nilai tukar rupiah hingga menyentuh Rp 16.500 per dolar Amerika Serikat yang turut mempengaruhi pembayaran dalam transaksi global," beber Simon.

Terlepas dari adanya tantangan tersebut, Pertamina terus melakukan langkah dalam merespon dinamika. Simon menjelaskan, Pertamina berfokus pada peningkatan kapasitas domestik baik untuk produksi hulu maupun peningkatan serapan minyak dalam negeri serta menjaga keandalan operasional seluruh lini bisnis.

Langkah diversifikasi sumber dan jalur impor juga terus dilakukan untuk mitigasi resiko geopolitik di jalur distribusi, lanjut Simon. Saat ini, manajemen terus berkoordinasi dengan pemerintah untuk mendapat dukungan kebijakan dalam menjaga stabilitas suplai.

"Melalui berbagai upaya yang telah kami lakukan ini alhamdulillah Pertamina tetap mampu mempertahankan kinerja yang solid dan terus memberikan kontribusi optimal bagi negara," tandasnya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 14 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 25 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 29 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia