Jumat, 15 Mei 2026

Menteri LH Klaim Pencemaran Tambang di Raja Ampat Tak Serius

Penulis : Reza Hery Pamungkas
10 Jun 2025 | 09:59 WIB
BAGIKAN
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Hanif Faisol menyatakan bahwa aktivitas pertambangan yang dilakukan PT Gag Nikel di Pulau Gag, Raja Ampat, Papua Barat Daya, tidak menimbulkan dampak lingkungan yang signifikan dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Jakarta, Minggu (9/6/2025). (Foto: B-Universe/ Reza Hery Pamungkas)
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Hanif Faisol menyatakan bahwa aktivitas pertambangan yang dilakukan PT Gag Nikel di Pulau Gag, Raja Ampat, Papua Barat Daya, tidak menimbulkan dampak lingkungan yang signifikan dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Jakarta, Minggu (9/6/2025). (Foto: B-Universe/ Reza Hery Pamungkas)

JAKARTA, investor.id – Aktivitas pertambangan yang dilakukan PT Gag Nikel di Pulau Gag, Raja Ampat, Papua Barat Daya, dinilai tidak menimbulkan dampak lingkungan yang signifikan. Hal ini disampaikan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Hanif Faisol dalam keterangan pers pada Minggu (8/6/2025).

Dalam konferensi pers yang digelar akhir pekan lalu, Menteri Hanif Faisol menjelaskan bahwa kegiatan operasional PT Gag Nikel telah memenuhi kaidah tata lingkungan yang berlaku. Menurutnya, hasil peninjauan tim Kementerian di lapangan menunjukkan tingkat pencemaran lingkungan yang relatif rendah.

“Berdasarkan hasil peninjauan tim kami di lapangan, tingkat pencemaran lingkungan yang ditimbulkan relatif rendah. Kami melihat bahwa perusahaan telah memenuhi persyaratan teknis maupun administratif yang diperlukan,” kata dia, Minggu. Hanif menambahkan, meskipun belum meninjau langsung lokasi tambang, pemantauan telah dilakukan melalui citra satelit dan drone. Dari total konsesi tambang seluas 6.030 hektare, hanya sekitar 187 hektare yang telah digarap secara aktif.

ADVERTISEMENT

“PT Gag Nikel telah memiliki seluruh perizinan yang dibutuhkan, mulai dari Izin Usaha Pertambangan hingga Persetujuan Pinjam Pakai Kawasan Hutan,” imbuhnya.

Pernyataan ini muncul di tengah sorotan tajam dari publik dan sejumlah aktivis lingkungan, yang menyoroti keberadaan tambang di kawasan Raja Ampat, salah satu wilayah dengan keanekaragaman hayati laut tertinggi di dunia.

Menteri Hanif Faisol menegaskan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan akan terus melakukan evaluasi secara berkala untuk memastikan seluruh aktivitas tambang tetap mematuhi regulasi lingkungan.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 45 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 46 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia